Jack, Babun Cerdas yang Bekerja Jadi Juru Sinyal Kereta Api

Babun tersebut milik James "Pelompat" Wide yang bekerja sebagai juru sinyal sebelum dia kehilangan kedua kakinya dalam suatu kecelakaan.

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
en.wikipedia.org
Juru sinyal yang mengoperasikan tuas kendali sinyal di menara kendali adalah seekor babun bernama Jack. Jack adalah seorang pegawai perusahaan kereta api tersebut. Babun tersebut milik James Pelompat Wide yang bekerja sebagai juru sinyal sebelum dia kehilangan kedua kakinya dalam suatu kecelakaan. 

Pada awalnya mereka tidak memercayai cerita sang bangsawan sampai manajer sistem kereta api dan banyak pejabat lain mengunjungi stasiun. Wide dan asistennya kemudian dipecat.

Wide memohon agar ia tidak kehilangan pekerjaannya dan sang manajer setuju untuk menguji kemampuan Jack. Seorang masinis kemudian diinstruksikan untuk membunyikan klakson lokomotifnya yang memberi tanda agar Jack mengoperasikan sinyal yang benar. Jack menjalankan tugasnya dengan sukses.

Sang babun bahkan memperhatikan kondisi sekeliling ke arah kereta yang bersiap masuk ke stasiun untuk memastikan bahwa tuas yang benar dan sinyal yang tepat telah dioperasikan.

Jack juga berhasil melewati tes bendera sehingga manajer sistem perkeretaapian sangat terkesan dan mengembalikan pekerjaan Wide dan bahkan mempekerjakan Jack.

Jadilah sang babun satu-satunya babun dalam sejarah yang bekerja di kereta api. Mulai hari itu dan seterusnya, Jack dikenal sebagai Jack si Juru Sinyal. Untuk pekerjaannya, Jack dibayar sebanyak 20 sen seminggu beserta setengah botol bir. Selain itu dia juga menerima nomor pegawai.

Ketika tinggal di pondok Wide, Jack belajar untuk melakukan pekerjaan lain misalnya membuang sampah dan menyapu lantai dapur.

Dia juga kemudian dikenal sebagai penjaga yang baik. Tamu tak diundang akan disambut oleh penjaga galak yang mengertakkan giginya dan menggeram untuk menakuti tamu yang tak diundang.

Demikianlah bekerja untuk Wide dan perusahaan kereta api hingga ia mati sembilan tahun kemudian. Tuberkulosis menjadi penyebab kematian primata cerdas tersebut.

Tengkorak si babun cerdas kemudian disimpan di Albany Museum di Grahamstown.

Kisah Jack si babun cerdas ini digambarkan dalam koran The Telegraph pada 11 November 1990. Cerita lebih rinci mengenai Jack termuat dalam jurnal ilmiah Nature yang terbit pada 24 Juli 1890.

Kisah tak biasa ini juga membuat Jack bahkan memiliki halaman Wikipedianya sendiri saat ini. (techly.com.au/knoxvilledailysun.com/hoaxorfact.com/en.wikipedia.org)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved