Jack, Babun Cerdas yang Bekerja Jadi Juru Sinyal Kereta Api
Babun tersebut milik James "Pelompat" Wide yang bekerja sebagai juru sinyal sebelum dia kehilangan kedua kakinya dalam suatu kecelakaan.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
Si pemilik sebenarnya tidak ingin menyerahkan binatang kesayangannya itu, namun dia berbelas kasihan akan Wide yang cacat.
Si pemilik kemudian memberikan babun tersebut kepada Wide dan dimulailah satu persahabatan yang paling tidak biasa dalam sejarah perkeretaapian.
Wide dan si babun kemudian tinggal di satu pondok kecil sekitar setengah mil dari dipo kereta. Setiap pagi Jack akan mendorong Wide di atas troli untuk bekerja.
Jack akan mendorong troli tersebut mendaki bukit dan sesampainya di puncak, Jack akan melompat ke atas troli untuk bersenang-senang ketika troli tersebut meluncur menuruni bukit
Ketika Wide bekerja, pada awalnya Jack dipekerjakan merawat taman stasiun. Namun primata tersebut sesekali mengamati ketika Wide bekerja. Ketika itulah, Wide menyadari kelebihan lain dari sang babun.
Suatu kali, Wide bertugas menyimpan berbagai macam kunci di rumah sinyal di stasiun yang membuka titik yang memungkinkan masinis atau mekanik untuk mencapai gudang batubara.
Ketika seorang masinis memerlukan batubara, sang masinis akan membunyikan klakson lokomotifnya sebanyak empat kali dan Wide akan berjalan terpincang-pincang bersama kruknya dan memberikan kunci gudang batubara kepada Jack yang kemudian memberikannya kepada sang masinis.
Pada awalnya, begitulah Jack akan bekerja hingga pada suatu hari Wide menyadari bahwa sang babun juga mampu mengoperasikan sinyal kereta.
Jack mempelajari setiap tuas sinyal beserta namanya dan mampu mendorongnya ke posisinya ketika satu kereta menjelang masuk ke stasiun Uitenhage.
Wide akan mengacungkan satu atau dua jarinya (sebagai tanda untuk sang babun) dan Jack kemudian akan menarik tuas yang benar.
Pada akhirnya, Jack tidak lagi memerlukan perintah dari tuannya. Babun itu tahu setiap tuas yang harus dioperasikan untuk setiap kereta yang mendekat.
Walaupun sang babun selalu dalam pengawasan tuannya, Jack tidak pernah membuat kesalahan atau perlu diperintah dua kali.
Hubungan kerja antara Wide dan Jack berjalan baik dan keduanya menjalin persahabatan erat. Banyak penduduk lokal akan pergi ke jalur rel untuk mencari tahu apakah cerita mengenai seekor babun yang bekerja di persinyalan perkeretaapian nyata adanya. Banyak orang terheran-heran dengan betapa lancarnya Jack melakukan pekerjaannya.
Namun, pada suatu hari, seorang bangsawan perempuan yang sedang dalam perjalanan ke Port Elizabeth mengamati Jack yang sedang bekerja dan merasa ngeri pada bagaimana si babun mengoperasikan persinyalan.
Si bangsawan kemudian memberitahu pejabat perkeretaapian yang tidak menyadari bahwa asisten si juru sinyal adalah seekor kera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jack-babun_20151111_215342.jpg)