Aral, Danau Terluas yang Menemui Ajal
Pernahkah anda membayangkan, jika danau keempat terluas di dunia bisa hilang, mengering, tak berbekas?
Danau Aral kemudian terbagi lagi ke dalam tiga bagian, yakni Greater Sea terbagi menjadi dua bagian, sisanya Lesser Sea yang masih belum berubah. Tinggi permukaan air telah berkurang hingga 36 meter diatas permukaan laut, serta volume airnya pun mengalami nasib yang sama, terus berkurang.
Foto Satelit NASA
Pada tahun 2014, NASA merilis citra terbaru Danau Aral yang memperlihatkan perubahan paling drastis dan kali pertama dalam sejarah modern, danau yang berada di bagian timur benar-benar telah kering. Kini, danau itu disebut sebagai Padang Aralkum.

Foto: zeihan.com
Adapun kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu bencana lingkungan terburuk. Industri perikanan sirna, kawasan Danau Aral juga mengandung polusi berat lantaran terkontaminasi berbagai bahan kimia pertanian yang berbahaya bagi kesehatan.
Dalam upaya terakhir menyelamatkan danau yang masih tersisa, Kazakhstan membangun bendungan antara bagian utara dan selatan laut Aral. Bendungan ini selesai pada tahun 2005, dan hanya sedikit memberikan pengaruh.

Foto: eurasianet.org
Inilah, bencana lingkungan terburuk. Danau Aral yang menuju ajal.
Foto-foto Perubahan Laut Aral dari Satelit NASA dari Tahun 2000 - 2015

Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2000 hingga Agustus 2003 (Earth Observatory NASA)

Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2004 hingga Agustus 2007 (Earth Observatory NASA)

Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2008 hingga Agustus 2011 (Earth Observatory NASA)

Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2012 hingga Agustus 2015 (Earth Observatory NASA)
(Berbagai sumber)