Keram Otot Dominasi dalam Tribun Jogja PAF
Tidak hanya olahraga sehari-hari, keram otot juga sering menjadi momok para pemain saat jalannya segala pertandingan olahraga, termasuk futsal.
Penulis: akb | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cidera keram otot sering kali terjadi saat melakukan aktivitas olahraga.
Tidak hanya olahraga sehari-hari, keram otot juga sering menjadi momok para pemain saat jalannya segala pertandingan olahraga, termasuk futsal.
Kurangnya pemanasan sebelum bertanding menjadi faktor utama penyebab terjadinya keram otot pada para pemain saat jalannya pertandingan.
Pada gelaran pertandingan futsal Tribun Jogja PAF yang telah di gelar enam kali ini cidera otot juga mendominasi cidera saat jalannya pertandingan.
Demikian disampaikan Yusup Surya Atmadja, Tim Medis Tribun Jogja PAF, yang sudah beberapa kali mengikuti jalannya gelaran kompetisi antar pelajar SMA dan SMK se-DIY itu.
"Banyak sekali macam cidera saat pertandingan futsal ini, tapi paling sering itu keram otot," ungkapnya.
Penanganan pada cidera keram otot saat jalannya pertandingan futsal, biasanya dilakukan oleh Tim Medis dari klinik AMC Yogyakarta yakni dengan strecing.
Pemain yang cidera saat pertandingan berjalan akan langsung dibawa ke pinggir lapangan untuk mendapatkan penanganan.
Guna menghindari cidera tersebut, Yusuf memiliki satu tips sederhana akan tetapi seringkali diabaikan para pemain saat akan melakukan pertandingan. Tips sederhana itu yakni para pemain seharus melakukan pemanasan yang cukup.
"Pemanasan itu tidak tergantung lamanya, tapi itu juga berhubungan dengan kondisi fisik masing-masing pemain dan yang terpenting teknik pemanasan harus benar," terangnya.
Selain cidera keram otot dalam pertandingan futsal, Yusuf menuturkan, benturan langsung antar pemain juga sering terjadi.
Sebagai Tim Medis berbagai peralatan pendukung untuk penanganan cidera di lapangan telah disiapkan.
Peralatan tersebut yakni seperti kompres es, aerosol merupakan cairan semprot yang digunakan untuk menahan bengkak, elastik banned, serta obat-obatan untuk penanganan luka lainnya.
"Akan tetapi jika kami menemukan tanda-tanda luka parah maka kami akan langsung bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutannya," ujarnya.
Untuk Tim Medis sendiri ia menuturkan tidak sembarang orang dapat melakoninya. Sebab penanganan awal yang salah terhadap cidera akan membuat semakin parah.
Dalam kompetisi futsal yang terselenggara atas kerjasama antara harian Tribun Jogja dengan Putih Abu-abu Futsal ini, Tim Medis yang didatangkan merupakan para profesional.
Pada babak kualifikai kompetisi futsal ini, sekitar dua hingga tiga orang disiagakan setiap harinya untuk mendukung jalannya pertandingan. Namu saat memasuki babak berikutnya personil Tim Medis ditambahkan. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tim-medis-tribun-jogja-paf_20151018_064745.jpg)