Yuk ke Vredeburg Fair 2015, Ada Pameran 42 Museum dan Komunitas Unik
Gelaran Vrederburg Fair 2015 ini menampilkan pameran museum, instansi dan komunitas museum yang ada, baik di Yogya maupun luar daerah.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta secara resmi membuka Vredeburg Fair 2015, Kamis (8/10/2015) di pelataran Museum Benteng Vredeburg.
Gelaran Vredeburg Fair 2015 ini menampilkan pameran museum, instansi dan komunitas museum yang ada, baik di Yogya maupun luar daerah.
Koordinator Vredeburg Fair 2015, Muhammad Rosyid Ridho, menuturkan, acara ini merupakan ajang keempat kali yang diselenggarakan oleh museum, dengan tema yang diambil adalah 'Pelita Museum Bagi Pendidikan'.
Gelaran acara ini juga diselenggarakn untuk memperingati hari Museum Nasional Indonesia yang pertama kalinya, jatuh pada tanggal 12 Oktober 2015.
"Vredeburg Fair 2015, sudah ke empat kalinya diselenggarakan. Tahun ini mengambil tema pelita museum bagi pendidikan. Selain itu, acara ini juga untuk menyambut hari museum nasional Indonesia yang pertama yang jatuh tanggal 12 Oktober tahun 2015 ini," ujar Rosyid, Kamis (8/10/2015).
Vrederbug Fair menampilkan pameran dari 31 komunitas, dan 10 Instansi maupun Museum dari beberapa daerah. Komunitas museum yang tergabung dalam forum komunitas museum (Fokus), seperti Guyup Seni, Jogja 45, Animal Lover, Jogjakarta Night At The Museum, dan banyak lainnya.
Seperti komunitas Jogjakarta Night At The Museum, yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke museum dengan menggelar kunjungan museum pada malam hari.
Ketua Jogjakarta Night At The Museum, Erwin Junaidi, menuturkan, komunitasnya terinspirasi dari film Night At The Museum, dimana ketika kita berkunjung benda-benda museum bisa terlihat lebih hidup.
"Sensasi beda aja. Ke museum malam-malam, bukan lantas benda-bendanya nanti yang hidup, tapi semangatnya yang kita contoh. Ini sarana untuk menarik masyarakat agar berkunjung ke museum," ujar Erwin.
Sedangkan, Instansi dan Museum yang turut serta dalam pameran adalah, Museum Olahraga Nasional TMII Jakarta, Museum Penerangan TMII Jakarta, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Monumen Pers Nasional, Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya Ternate, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan terakhir Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
"Secara keseluruhan ada 42 instansi, 10 instansi, dan 31 komunitas, masing-masing menampilkan ciri khas mereka. Seperti museum pers nasional dengan sejarah pers, museum olahraga dengan sejarah perjalanan olahraga, atau komunitas seperti Jogjakarta Night At The Museum dan banyak lainnya," tutur Rosyid.
Pementasan seni budaya pun digelar untuk media apresias budaya terhadap masyarakat khususnya pelajar, seperti pementasan wayang oleh dalang cilik, Tahta Hari Murti.
Lomba-lomba pun diadakan sebagai bentuk apresiasi budaya museum terhadap pengembangan budaya seperti pementasan band, lomba fotografi museum, dan lomba tari tradisional.
"Bagus acaranya, kami bisa menikmati sejarah di museum dengan cara yang berbeda dan lebih menyenangkan," komentar Sara, seorang pengunjung Vredeburg Fair 2015.
Vredeburg Fair berlangsung sejak Kamis (8/10/2015) dan akan berakhir pada tanggal 12 Okober 2015. Acara ini terbuka untuk umum, pengunjung tidak dipungut biaya masuk museum.
"Harapannya, adalah untuk merubah stigma buruk terhadap keberadaan museum. Sehingga kami menyelenggarakan kegiatan publik yang sifatnya partisipatif. Mengakomodasi agar masyarakat dapat berekspresi di museum, seperti pementasan, sarasehan, lomba dan lain-lain," ujar Rosyid. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vredeburg-fair_20151008_220839.jpg)