Sedapnya Empal Gentong Bu Dharma Asli Cirebon

Kota Cirebon ternyata mempunyai banyak makanan khas, salah satunya adalah empal gentong.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
tribunjogja/rendikaferri
Salah seorang pegawai sedang mengiris-iris daging, kemudian mengambil kuah santan dari gentong, Rabu (30/9), di warung Bu Dharma, Cirebon. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, CIREBON - Kota Cirebon ternyata mempunyai banyak makanan khas, salah satunya adalah empal gentong.

Bagi anda yang kebetulan sedang berkunjung ke Cirebon, tak ada salahnya untuk mengicipi kuliner khas kota udang ini.

Salah satunya bisa anda temui di kuliner empal gentong Ibu Darma, tepatnya di Jalan Diponegoro Nomor 21, Cirebon. Jaraknya tak begitu jauh dari stasiun besar Cirebon, stasiun Kejaksan.

Lalu lintas di kota kecil ini pun cukup lenggang, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan angkutan umum, atau lima menit saja dengan kendaraan pribadi.

Begitu sampai warung Empal Gentong Bu Dharma, bau sedap masakan ini langsung tercium. Warung Bu Dharma ini pun sudah dipenuhi oleh para penikmat kuliner yang sudah mengantri untuk mencicipi makanan olahan daging ini.

Mimi Tiyah, pemilik restoran, bersama beberapa karyawannya dengan telaten menyiapkan masakan empal. Tampak gentong besar berisi kuah santan kental, dan irisan-irisan daging sapi yang telah diolah.

Empal Gentong Bu Dharma terbuat dari potongan daging sapi matang disiram kuah dari santan kental yang dimasak bersama bumbu-bumbu seperti bawang merah, kemiri, dan bumbu lainnya.

"Yang unik dari kuliner ini adalah, kuah santan yang ditempatkan dan diambil dari gentong. Oleh karena itu, orang menamakannya empal gentong," tutur Mimi Tiyah, Rabu (30/9/2015).

Untuk membuat kuliner sedap ini, Tiyah menggunakan resep turun temurun dari keluarganya. Resep yang didapat dari neneknya selama tiga generasi berturut-turut, sejak tahun 1950.

"Sudah tiga generasi kami meracik empal gentong, sejak tahun 1950an. Ibu saya Dharma dapat ini dari neneknya, neneknya dapet dari ibunya," ujarnya.

Empal gentong dapat dinikmati menggunakan nasi ataupun lontong, ditambah kerupuk kulit untuk menambah selera. Semakin nikmat dengan sambal merah yang diracik sendiri oleh Mimi Tiyah.

Seporsi empal gentong dihargai Rp 21.000 lengkap dengan pilihan nasi dan lontong. Kerupuk kulit atau rambak dihargai Rp. 7.000 untuk sepiringnya.

Warung empal gentong Bu Dharma, buka setiap hari Senin sampai Minggu, pukul 07.30 pagi sampai malam. Jika kebetulan berkunjung ke kota Cirebon, tidak ada salahnya untuk singgah dan mencicipi makanan khas kota Udang ini. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
kuliner
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved