Pemerintah Tengah Mendesain Ulang Program PLIK
Program dari pemerintah pusat ini langsung diturunkan ke wilayah, dan tidak melibatkan pemerintah daerah dan pihak lain.
Penulis: dnh | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dirasa tidak berjalan secara optimal dan tidak sesuai tujuan karena sistemnya yang top down.
Artinya, program dari pemerintah pusat ini langsung diturunkan ke wilayah, dan tidak melibatkan pemerintah daerah dan pihak lain.
Menurut mantan anggota DPR yang juga pakar telematika, Roy Suryo, program yang bersifat top down tidak sesuai dengan realita yang ada sekarang di wilayah.
Ia menilai, sifat program harus dibalik skemanya, bukan top down tetapi bottom up.
"Saya lebih setuju program ini dibalik. Bukan top down tetapi bottom up," ujarnya pekan kemarin.
Sehingga perlu ada pemberdayaan di daerah terlebih dahulu, setelah itu baru difasilitasi oleh pemerintah sesuai dengan yang ada di daerah dan ini bisa berbeda satu dengan yang lain.
"Kalau mau jalan, saran saya untuk Pak Rudiantara (Menteri Kominfo) dibalik mindsetnya, diberdayakan dari bawah, dikaryakan seperti kampung cyber, itu didorong bukan top down," lanjut pria yang memiliki nama lengkap KRMT Roy Suryo Notodiprojo ini.
Selain itu program juga tidak bisa disamaratakan tiap daerah, karena memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Roy Suryo juga menyebutkan bahwa memang setiap pergantian pemerintahan akan memiliki dampak dan konsekuensi program. Termasuk akan ada perubahan APBN dan R APBN akan terjadi perbedaan.
Sementara itu, menurut Direktur Pengembangan Layanan PT.Sarana Insan Muda Selaras (SIMS) selaku penyedia jasa PLIK Jateng dan DIY, Eka Indarto menyebutkan saat ini pemerintah pusat tengah meredesain program Universal Service Obligation atau USO.
"Ada redesign USO. Sifatnya bottom up, dari bawah, sifatnya sesuai kebutuhan dari yang ada. Tematik, dan melibatkan bersama," ujarnya pekan kemarin.
Sebagai pihak yang berhubungan dengan PLIK di Jateng dan DIY, Eka mengetahui secara persis tentang kesulitan-kesulitan yang ada di lapangan, dan memang tidak gampang.
Sementara untuk tiap daerah karakteristik yang bisa dikembangkan berbeda-beda, seperti di Gunung Kidul bisa mengarah ke pengembangan media wisata. Sementara di Yogya lebih tematik dan bisa mengarah UKM-UKM.
Dalam rilisnya, Kementrian Kominfo menekankan redesign program USO yang ditargekan selesai tahun ini esensi utamanya adalah melanjutkan program yang ada namun mengubah mekanismenya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/plik2_20150928_132025.jpg)