Liputan Khusus

Operator PLIK Tertolong Paket Wifi

Seiring perkembangan zaman dan teknologi informasi, semakin menyusut warga sekitar yang datang.

Penulis: dnh | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
Anak-anak sedang memanfaatkan fasilitas internet di Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Nanggulan 2 yang terletak di Desa Bayuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo. PLIK Nanggulan 2 adalah satu dari 114 PLIK yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO ‑ Dua anak tampak piawai memainkan komputer di ruangan yang tidak cukup luas dan berisi deretan PC dan monitor yang tertata cukup rapi. Satu di antaranya memakai headphone dan berinternet ria, sedangkan yang satunya asik menyaksikan serial animasi dari Malaysia yang cukup terkenal.

Di luar ruangan terdapat beberapa pemuda yang sedang sibuk dengan laptopnya sembari menghisap rokok. Saat itu, jam menunjukan pukul 12.00 lebih sedikit.

Itulah gambaran suasana Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Nanggulan 2, Kulonprogo saat Tribun Jogja mendatanginya pekan kemarin.

Dari dalam ruangan kemudian muncul Sutrisno Hadi, pengelola PLIK Nanggulan 2 yang ada di jalan Pengasih Nanggulan, Bayuroto, Nanggulan, Kulonprogo ini. Menurutnya, warga yang memanfaatkan PLIK ini terus menyusut.

"Alhamdulillah masih bisa mencukupi untuk biaya listrik, masih bisa jalan. Di awal‑awal beroperasi memang lumayan besar, namun sekarang penurunan traffic," ujarnya kepada Tribun Jogja menggambarkan mengenai kondisi PLIK yang ia kelola secara perorangan ini.

Surtrisno juga bercerita tentang perjalanan PLIK yang ia kelola sejak 2010 ini. Ada pergeseran pengunjung yang datang ke tempatnya, dahulu orang berbondong‑bondong memanfaatkan program yang dicetus pada masa pemerintahan SBY ini.

Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi informasi, semakin menyusut warga sekitar yang datang.

Menyebut PLIK Nanggulan 2 bukanlah PLIK yang biasa. PLIK percontohan dengan segudang prestasi ini diresmikan oleh mantan Menpora di masa SBY, Roy Suryo.

Bahkan terakhir, PLIK Nanggulan 2 menjadi rujukan dari negara‑negara Asia untuk dikunjungi.

Sasaran awal dari PLIK ini adalah kelompok tani dan pelajar dan orientasinya adalah non profit. "Orientasi awal memang non profit, kalau dari segi bisnis (saat ini) tidak jalan. Kalau untuk layanan walau turun (pengunjung) tetap kita pertahankan," jelasnya.

Meski terus menurun, namun keberadaan hotspot yang merupakan inisiatif dan pengembangan dari PLIK menjadi penyelamat keberlangsungan PLIK yang ia kelola.

"Di ruangan jumlah pengunjung turun, namun di luar yang pakai wifi ramai," ucapnya.

Untuk diketahui, biaya akses untuk internet di dalam ruangan yang menggunakan personal komputer adalah Rp2.000 per jam. Sedangkan untuk wifi adalah beragam paket yang ditawarkan.

Bakal dihentikan

Meski begitu, saat ini keberadaan dan keberlangsungan program PLIK tengah dalam ketidakpastian. Sutrisno mendapat kabar bahwa awal tahun depan yakni per 1 Februari 2016 kontrak PT. SIMS (Sarana Insan Muda Selaras) selaku penyedia jasa PLIK habis. Ia juga belum tau akan seperti apa kedepannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags
komputer
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved