Breaking News:

Kisah Sultan HB IX Sumbang Enam Juta Gulden untuk RI

Sultan HB IX sempat menyumbangkan uangnya sebesar enam juta gulden, yang jumlahnya hampir enam milyar dalam rupiah, kepada pemerintah

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Acara Diskusi Publik Sultan HB IX oleh Tempo, di Sheraton Mustika Hotel Yogya, Selasa (18/8). 

“Banyak sekali beliau berkontribusi, tak terhitung berapa kali. Sempat tercatat, dana sebesar 9 juta diberikan untuk dana pasukan gerilyawan pimpinan Letkol Suharto kala itu,” tandasnya.

Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada, Suhartono, menambahkan, di bidang pendidikan Sultan HB IX turut berperan besar. Salah satunya dnegan mendirikan UGM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia.

Ia bercerita, kala itu, Sultan tak segan mempersilahkan para sarjana untuk menggunakan Kraton sebagai tempat belajar, yang akhirnya Sultan bahkan memberikan sebidang lahan untuk mendirikan universitas tertua di Indonesia kala itu.

“Bukan hanya untuk para birokrat, dan pejuang, namun untuk pendidikan, beliau berkontribusi besar dalam pendirian UGM. Bagaimana tidak, Kraton tempat sacral kediaman beliau, Sultan perbolehkan untuk belajar mahasiswa kala itu, Beliau sempat bilang ketika pendirian UGM, bagaimana Indonesia, kalau tidak ada orang pinternya,” ujar Suhartono.

Kenangan Bersama Ayah

Putra mendiang Sultan HB IX, GBPH Prabukusumo, mengenang, masa-masa kecil bersama dengan ayahnya. Walaupun sebagai seorang yang penting, namun Sultan juga tetap mengayomi keluarganya, termasuk kepada anak-anaknya.

Ia bercerita, di sela-sela kesibukan ayahnya yang padat, Sultan tetap mempunyai waktu untuk berlibur bersama keluarga di Kaliurang setiap minggu.

Prabukusumo bercerita, tipikal ayahnya adalah keras dalam mendidik, namun juga dapat lembut dan penuh kasih sayang.

“Dengan sabar, Ayah saya mengajarinya tata karma, berbicara yang baik kepad orang-orang. Ia juga sangat sayang kepada putra-putrinya. Bersikap keras masalah pendidikan terhadap anak-anaknya, keras dalam artian baik.

Sebaliknya, beliau juga bisa menjadi ayah yang lembut penuh kasih sayang kepada anak-anaknya,” ujar GBPH Prabukusumo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved