Stok Darah PMI Yogya Surplus

Meski memasuki Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta mengaku tidak mengalami kekurangan stok darah.

Penulis: tiq | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun Wirastami

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski memasuki Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta mengaku tidak mengalami kekurangan stok darah. Bahkan di tahun ini, stok darah di PMI Kota Yogyakarta surplus.

Hal tersebut diungkapkan oleh drg. Ahmad Syaify, Wakil Ketua I PMI Kota Yogyakarta. Menurutnya, stok kantong darah PMI Kota Yogyakarta aman hingga H+7 Lebaran. Bahkan pihaknya bisa memberikan pasokan ke PMI di daerah lain.

"Sejak awal Ramadan hingga saat ini, kami tidak pernah kekurangan stok darah. Hal ini terbukti dengan memberi pasokan ke PMI di daerah lain, seperti di Klaten kami menyumbang 200 kantong darah," kata Syaify.

Banyaknya stok darah yang dimiliki oleh PMI Kota Yogyakarta saat ini, lanjutnya, tak luput dari upaya yang dilakukan oleh beberapa instansi yang bekerjasama dengan PMI Kota Yogyakarta untuk melakukan donor darah massal.

Menurut Syaify, banyaknya acara donor darah massal yang diselenggarakan sebelum bulan puasa sangat membantu menambah stok darah yang ada.

"Hingga saat ini kami juga masih rutin menyelenggarakan donor darah di tempat-tempat ibadah, seperti masjid dan gereja. Targetnya hingga akhir bulan Ramadan bisa terkumpul seribu kantong darah," paparnya.

Minat masyarakat untuk melakukan donor darah selama puasa juga tetap tinggi.

Dalam sehari, kantor PMI Kota Yogyakarta bisa kedatangan setidaknya 40 orang per hari yang mau melakukan donor darah. Meski kebanyakan dari mereka datang pada malam hari.

Sementara untuk kantong darah yang saat ini tersedia di kantor PMI Kota Yogyakarta berjumlah 700 kantong darah dan terdiri dari semua komponen darah.

Sedangkan untuk kebutuhan per harinya, PMI Kota Yogyakarta mengeluarkan 100 kantong darah untuk dipasok ke sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Yogyakarta.

Jika dibandingkan Ramadan tahun lalu, stok darah di PMI Kota Yogyakarta tahun ini mengalami surplus. Artinya stok darah diprediksikan bisa mencukupi kebutuhan selama Ramadan hingga H+7 Lebaran.

"Tahun lalu kami memang agak sedikit kecolongan. Dulu ada kebutuhan tak terduga, yaitu permintaan dari PMI di Yogyakarta bagian selatan. Tapi tahun ini hal seperti itu sudah kami antisipasi dengan melebihkan jumlah kantong darah," jelas Syaify.

Sebelumnya, Sekertaris PMI Kota Yogyakarta Haris Syarif Usman mengatakan kebutuhan kantong darah yang mencukupi perlu dilakukan oleh PMI Kota Yogyakarta. Sebab PMI Kota Yogyakarta menjadi rujukan sekitar 80 rumah sakit di wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.

"Untuk lebih meningkatkan stok kantong darah, kami juga akan menggandeng anak-anak muda untuk mau mendonorkan darahnya. Sebab partisipasi anak muda di Yogyakarta masih kurang," tandasnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
PMI
Ramadan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved