Adu Bakat Bukan Sekedar Coba-coba
Coba-coba adalah kata yang kerap dipilih mereka yang pernah mengikuti ajang adu bakat
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Coba-coba adalah kata yang kerap dipilih mereka yang pernah mengikuti ajang adu bakat. Mulai dari ajang pencarian bakat menyanyi, menari, model dan sebagainya.
Hitung-hitung mencari pengalaman adalah alasan lain yang sering diutarakan.
Banyak yang gagal karena memang hanya berharap mujur tanpa mempersiapkan diri. Di satu sisi, tak sedikit yang mendulang sukses lewat ajang pencarian bakat berkat kemampuan dan kesadaran diri akan kemampuannya.
Salah satunya adalah Annisa Hertami Kusumastuti, pemenang Diajeng Daerah Istimewa Yogyakarta 2014 ini.
Diakui Nisa panggilan akrabnya, ajang ini membuka jalan menuju karier di dunia entertainment yang digelutinya saat ini.
Menurut Nisa, sebenarnya dengan mengikuti ajang pencarian bakat, apapun bidangnya, bisa menjadi barometer atau tolak ukur kemampuan diri sendiri.
Ia mencontohkan, ketika ajang adu bakat bernyanyi misalnya, seorang peserta mendapat komentar dari para juri, pendapat para juri bisa dijadikan parameter atau ukuran kemampuan peserta tersebut bernyanyi.
"Sah-sah saja menurutku banyak orang ikut ajang adu bakat dengan berbagai alasan. Minimal dengan ikut ajang adu bakat kita bisa tahu bakat kita sejauh mana," ungka Nisa.
Soal motivasi memang berbeda-beda, bagi Nisa, kalimat siapa tahu mujur, itu pertanda sebuah harapan yang wajar saja, kita tak tahu nantinya seperti apa, yang penting usaha.
Namun, Nisa tak sependapat bila sampai mengorbankan pekerjaan yang sudah ditekuni lama gara-gara hanya ingin tampil sesaat saja di layar kaca.
"Menurutku itu cukup konyol. Eksistensi itu dibangun jangka panjang, kalau cuma instant ya ngga bertahan lama, bisa hits tapi hanya sebentar. Setelah itu mau apa, kan sayang, itu yang harus dipikirkan matang," ujar Nisa.
Gadis yang namanya mulai dikenal karena membintangi beberapa film layar lebar besutan sutradara ternama ini mengaku bukan tipe orang yang suka menjajal semua ajang pencarian bakat dengan harapan mujur dan hanya coba-coba.
Nisa sadar betul, setiap orang memiliki talenta sendiri-sendiri, dan menyadari diri sendiri bukan seseorang yang multi talenta memang bukan pekerjaan yang mudah.
Nisa tak ingin merasa mampu di semua bidang padahal hanya di kulitnya saja.
Nisa mulai yakin bahwa bakatnya tak jauh dari apa yang ia suka. Nisa paling suka di dunia seni dan budaya, oleh karenanya, ia fokus di dua bidang tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dimas-diajeng-yogyakarta__20150507_142143.jpg)