Hati-hati! Masih Beredar Jajanan Berformalin
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY, mengimbau pada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk makanan di pasar
Penulis: had | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY, mengimbau pada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk makanan yang beredar di pasaran.
Karena dari hasil pengawasan yang dilakukan mulai 25 Mei hingga 9 Juni, ditemukan banyak makanan kemasan yang tidak layak konsumsi.
Kepala BPOM DIY, I Gusti Ayu Adi Arya Patni mengatakan, pihaknya sudah melakukan sampling pada jajanan rumah tangga di pasar. Hasilnya banyak jajanan kedaluwarsa, serta ada yang mengandung rodamin B dan formalin.
Jumlah yang disampling adalah 52 sampel dari lima pasar dari Lima Kabupaten dan Kota yang ada di DIY.
Hasilnya, ada 19 sampel tidak memenuhi syarat atau mengandung bahan berbahaya pada pangan, yaitu rodamin B dan formalin.
“Dari sampel ini ternyata sedikit yang dibuat di Yogya, mayoritas produksi dari Provinsi Jateng (Kebumen, Magelang, Solo). Dari DIY hanya dua sampel yaitu dawet yang positif mengandung rodamin B,” katanya saat memberikan keterangan pers bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kepatihan, Kamis (11/6).
Selain makanan kedaluwarsa, BPOM juga mengawasi sarana distribusi pangan di DIY.
Terdapat 29 sarana yang diperiksa (supermarket, toko, warung) dan pemeriksaan dilakukan pada produk makanan yang dijual.
Dari 29 yang diperiksa, 11 sarana tak memenuhi syarat. Dari jumlah tersebut terdapat 41 item dengan jumlah 166 kemasan (kemasan rusak dan sudah kedaluwarsa).
“Kami mengimbau masyarakat untuk cerdas dalam membeli, cek nomor registrasi, cek kemasannya dan tanggal kadaluarsanya,” katanya.
Sementara saat bulan Ramadan, nantinya BPOM telah menyiapkan tim pengawas. Tim tersebut akan melakukan pengawasan secara mobile pada penjual takjil.
Selain itu juga mengawasi penjualan parcel yang sudah rusak, kedaluwarsa, ataupun tanpa ada izin edar.
Sementara itu, menjelang Ramadan, TPID DIY juga telah melakukan monitoring terhadap harga pangan pokok pada lima pasar yang ada di Kabupaten dan Kota di DIY.
Secara umum harga bahan pokok dan stok di DIY relatif stabil dan terkendali.
“Artinya ada kenaikan sedikit pada beberapa unit komoditas tapi tida terlau berarti,” kata Ketua Harian TPID DIY, Tri Mulyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/makanan-kedaluwarsa_0806_20150608_211621.jpg)