Blackberry Kembali ke Mobile Devices Management
Sebelum dikenal sebagai pembuat ponsel "kantoran", Blackberry merupakan penyedia software Mobile Devices Management untuk segmen korporasi
TRIBUNJOGJA.COM - Sebelum dikenal sebagai pembuat ponsel "kantoran", Blackberry merupakan penyedia software Mobile Devices Management untuk segmen korporasi.
Kini mereka kembali memasukkan segmen itu sebagai salah satu fokus perusahaan.
"Ke depan nanti kami akan fokus pada MDM, kemudian segala sesuatu yang berbau security," ujar Managing Direktor Blackberry Indonesia Sofran Irchamni saat berdiskusi mengenai BES 12 di Jakarta, Kamis (28/5/2015).
"Selama ini kontribusi device memang masih paling besar bagi kami. Device 90 persen dan enterprise 10 persen. Namun perlahan kami akan shifting sejak memutuskan untuk fokus di enterprise," katanya.
Senjata andalan perusahaan untuk memikat segmen korporat adalah Blackberry Enterprise Service (BES) 12.
Kali ini, perusahaan menyematkan pembaruan yang membuat software pengatur perangkat genggam itu bisa digunakan oleh sistem operasi lain di luar Blackberry.
Sofran menerangkan, bila BES 5 hanya bisa dipakai mengelola keamanan perangkat bersistem operasi Blackberry, versi 12 ini sengaja dibuat dapat mengelola Android serta iOS.
Dengan demikian, perusahaan yang menerapkan solusi tersebut lebih bebas memilih perangkat yang digunakan.
Soal pengamanan, BES 12 bekerja dengan cara membuat dua buah kontainer dalam satu perangkat genggam.
Satu kontainer akan dipakai sebagai wadah berbagai hal pribadi pengguna, sedangkan satu kontainer lainnya dipakai sebagai wadah data-data serta aplikasi milik perusahaan.
Mulai dari e-mail, aplikasi hingga dokumen-dokumen, akan dipisahkan dalam dua kontainer seperti disebutkan di atas.
Pria lulusan Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menambahkan, saat terhubung ke BES perangkat genggam akan masuk ke dalam sebuah server yang sanggup menampung sekitar 25.000 pengguna.
Dari server itulah pengendalian perangkat dilakukan terpusat ke satu orang.
Kontainer yang berisi data dan aplikasi milik perusahaan dikendalikan oleh admin khusus. Hanya admin tersebut yang bisa mengubah atau menambahkan isi kontainer milik perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga bisa memantau aplikasi apa saja yang dipasang oleh karyawannya atau menghapus seluruh data rahasia kantor jika ponsel tersebut hilang.