Jogja Kreatif
Finalis Dimas Diajeng Tampilkan Wayang Suket
Beragam penampilan ditanpilkan oleh para finalis, mulai dari bernyanyi, menari melukis sampai permainan otak dan logika
Penulis: khr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Acara Jogja Kreatif #24 Education Day yang digelar di ruas jalan Sudirman Yogyakarta Minggu (17/5/2015) pagi juga diwarnai talent show dari 30 finalis Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2015.
Beragam penampilan ditanpilkan oleh para finalis, mulai dari bernyanyi, menari melukis sampai permainan otak dan logika.
Acara ditutup dengan penampilan wayang suket dengan judul "Ose ing Nayakapraja" atau gonjang ganjing di pemerintahan oleh 5 orang finalis Dimas Yogyakarta 2015.
"Wayang ini sebagai kritik kami terhadap keadaan pemerintahan Indonesia sekarang yang morat marit," jelas Exwan (22) yang membacakan suluh pada wayang suket tersebut.

Dia melihat saat ini kondisi pemerintahan semakin carut marut dengan adanya korupsi, perebutan kekuasaan dan ketidak pastian ekonomi yang menyengsarakan rakyat.
Dan bentuk kritik tersebut disampaikannya dalam bentuk Geguritan atau puisi jawa yang dibawakan selama pementasan wayang tersebut.
"Kita menyampaikannya lewat wayang juga dalam rangka nguri uri budaya jawa," jelas pria yang masih menempuh pendidikan di UNY tersebut.
Wayang suket sendiri adalah wayang yang menggunakan media suket (rumput) sebagai wayangnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wayang-sekuet-21_1705_20150517_103418.jpg)