BPBD DIY Pastikan EWS Berfungsi Normal saat Banjir
Early warning system (EWS) yang terpasang di sejumlah titik hulu sungai saat banjir 23 April lalu berfungsi dengan baik.
Penulis: had | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gatot Saptadi mengatakan, early warning system (EWS) yang terpasang di sejumlah titik hulu sungai saat banjir 23 April lalu berfungsi dengan baik.
“Mungkin satu atau dua tidak berfungsi, tapi kalau yang lain berfungsi kan biasanya diumumkan lewat masjid dan lain-lain,” katanya, Senin (27/4/2015).
Menurutnya, EWS memang penting untuk mitigasi bencana banjir. Namun masyarakat sebaiknya tidak terlalu menggantungkan peristiwa alam terhadap EWS. Akan tetapi lebih baik tetap waspada dan melihat kondisi alam dengan potensi bahayanya.
Ia menyebutkan, sebenarnya memang ada tujuh titik di sungai yang berhulu ke Gunung Merapi. Di antaranya sungai Boyong, Gendol, dan Opak. Seluruhnya dikelola oleh BPPTKG dan BPBD Kabupaten/Kota. Meskipun memang BPBD DIY juga dapat memantaunya secara langsung.
“Tapi perlu diketahui, EWS tidak hanya di tujuh titik itu tapi banyak. Ada yang dikelola masyarakat, LSM dan sebagainya,” katanya.
Namun demikian, jika memang ada EWS yang menurut masyarakat ada yang tidak berfungsi saat banjir pekan lalu, kata Gatot, pihaknya akan mengevaluasi hal itu. Seperti diketahui, akibat banjir yang terjadi 23 April lalu, banyak tempat hunian terutama di pinggiran sungai, terendam air.
Adapun terhadap dampak kerugian materil danimmateril, imbuhnya, sampai saat ini belum terkumpul. Sebab penghitungan dampak kerugian harus memperhitungkan berbagai hal antaralain kerugian ekonomi, dan sosial. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/talut-ambrol-3_2304_20150423_103751.jpg)