Burjo Ini Punya 16 Karyawan dan Beromzet Rp7 Juta Sehari
Pendapatan di sini seharinya sekitar Rp7 juta. Siang sekitar Rp3 jutaan dan malamnya bisa Rp4-5 juta
Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Danang Wijaya
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta sebagai Kota Pelajar bagi yang jeli memanfaatkan keadaan tersebut bisa menjadi peluang usaha.
Menjual peralatan sekolah dan membuka jasa fotocopy menjadi salah satunya. Dan yang lebih menjanjikan lagi yaitu membuka warung makan. Karena kebanyakan pelajar yang mencari ilmu di Yogya adalah mahasiswa rantau.
Warung makan yang terkenal dikalangan pelajar Yogya ialah warung Burjo. Warung Burjo dikenal karena harganya yang ekonomis sesuai dengan kantong pelajar.
Warung Burjo rata-rata sama, mulai dari makanan yang disajikan, dan luas tempatnya. Namun, ada satu warung Burjo yang menjadi tempat favorit mahasiswa. Yaitu warung Burjo Andeska yang terletak di Seturan depan kampus YKPN.
Warung Burjo tersebut tampak selalu dipenuhi oleh pembeli.
Warung Burjo yang didirikan sekitar 10 tahun yang lalu itu tidak ada yang spesial hanya saja tempatnya lebih luas, strategis, bersih dan pelayanannya yang cepat.
Tak heran kalau pelayanannya cepat karena di Burjo tersebut memiliki 16 karyawan. Saat bekerja, mereka dibagi menjadi 2 shift yakni shift siang 7 orang dan shift malam 9 orang. Padahal kebanyakan Burjo biasanya hanya memiliki 2-3 karyawan.
Jumlah pembeli yang cukup banyak ini berbanding lurus dengan omzet yang didapatkan setiap harinya. Tak heran jika omzetnya sekitar 7 juta per hari.
“Pendapatan di sini seharinya sekitar Rp7 juta. Siang sekitar Rp3 jutaan dan malamnya bisa Rp4-5 juta,” ujar Udin, tangan kanan pemilik Burjo.
Pelanggan sebanyak itu tidak hanya dari mahasiswa YKPN (karena letak Andeska hanya di depan YKPN). Melainkan dari berbagai kampus, mulai dari UPN, Atma Jaya, Sanata Dharma dan lain-lain.
“Memang pembeli di sini bukan hanya dari YKPN melainkan dari berbagai kampus. Kalau segi letak memang Andeska dekat dengan UPN dan YKPN. Tetapi di
dekat-dekat sini banyak mahasiswa yang ngekost dan mahasiswa tersebut kuliah diberbagai universitas,” ujar Udin.
Penyajian cepat, tempat bersih dan luas memang menjadi daya tarik tersendiri warung ini. “Di sini tempatnya luas, bersih, penyajiannya cepat jadi enak buat nongkrong atau makan, dan di sini yang saya suka mie Dok-doknya,” kata Sagita, mahasiswi Sanata Dharma. (tribunjogja.com)