Pembacok Brutal di Sleman Tak Melihat Korban Saat Beraksi

penyidik mendapatkan beberapa fakta baru.

Penulis: Santo Ari | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUN JOGJA/SANTO ARI
Rekonstruksi pembacokan brutal di sejumlah wilayah di Sleman digelar Rabu (25/3/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaku pembacokan secara brutal, Faqih Amrulloh alias Ketel (22) jalani adegan rekonstruksi dengan lima Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (25/3/2015). Rekonstruksi yang diikuti oleh jajaran penyidik dan kejaksaan dilakukan di halaman Dinas Sosial Panti Sosial Bina Remaja, Tridadi, Sleman.

Faqih yang merupakan warga Manukan, Condongcatur, Sleman, sendiri adalah tersangka pembacokan beruntun pada Kamis (25/12/2014) silam yang mengakibatkan lima orang mengalami luka sayat dan seorang tewas karena tebasan pedang di bagian leher. Dalam kesempatan itu, rekonstruksi yang direncanakan 22 adegan berkembang menjadi 33 adegan di mana penyidik mendapatkan beberapa fakta baru.

"Ada beberapa fakta baru, tersangka tidak melihat ke sasaran, tapi memalingkan mukanya saat ia menyabetkan pedang ke arah korban," jelas Kanit 3 Rerserse Kriminal Polres Sleman, Iptu Hajar Wahyudi yang memimpin rekonstruksi.

Adegan per adegan diperankan Faqih bersama temannya ER alias Paijo (17) yang berperaan sebagai joki atau pengendara sepeda motor. Iptu Hajar mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa memindahkan rekonstruksi ke halaman Dinsos lantaran sebelumnya sempat terjadi kericuhan saat penyidik melakukan pra-rekonstuksi di TKP sebenarnya pada 19 Januari lalu.

"Di sana masyarakat berusaha menyerang tersangka. Dengan pertimbangan keamanan, kami melakukan rekonstruksi di sini," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved