Wah, Jalan Desa dan Drainase di Galur Rusak

Saat ini fasilitas umum itu banyak yang rusak.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM - Infrastruktur berupa jalan desa dan drainase di wilayah Kecamatan Galur dan Lendah dikeluhkan warga. Pasalnya, saat ini fasilitas umum itu banyak yang rusak.

Hal itu disampaikan dalam jaring aspirasi yang digelar Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kulonprogo, di Pedukuhan Ngipik, Desa Bumirejo, Lendah, Rabu (21/1/2015).

Dukuh Ngipik, Bumirejo, Slamet, menyampaikan, kerusakan salah satunya di Desa Bumirejo, berupa saluran drainase. Tepatnya di Pedukuhan Jogahan, drainase tidak berfungsi. Akibatnya, beberapa kali wilayah itu terendam air saat hujan.

"Drainase yang pernah ada justru telah didirikan bangunan sehingga tidak berfungsi," katanya.

Tokoh masyarakat Pedukuhan Senden, Desa Sidorejo, Sudaryanto, menambahkan, banjir juga kerap terjadi di lahan pertanian bulak Senden. Padahal, saat ini para petani baru memulai tanam padi. "Akhirnya banyak tanaman padi yang mati karena kebanjiran," katanya.

Penanaman kembali akibat banjir terjadi berulang. Bahkan ada petani yang harus mengulangi penanaman sampai tiga kali. Jika dalam waktu dekat tanaman kembali terendam dan mati, bukan tidak mungkin petani harus mengulangi penanaman untuk kali keempat.

"Banjir terutama akibat tidak berfungsinya saluran drainase. Ada yang sempit, sehingga tidak sampai ke saluran irigasi Sapon," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved