Penjual Gudeg Habiskan 2 Kuintal Gori, 1.500 Telur dan 200 Ayam
Libur panjang akhir tahun 2014 ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kuliner di Yogyakarta
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur panjang akhir tahun 2014 ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kuliner di Yogyakarta. Salah satu pihak yang mendapatkan berkah tersebut adalah para pedagang gudeg.
Sebagai panganan khas Yogayakarta, hampir semua wisatwan yang datang ke Yogyakarta menyempatkan untuk menikmati makanan tersebut.
Salah satu pengusaha gudeg yang ada di daerah Wijilan, Chandra Setiawan Kusuma mengatakan omzet penjualan gudeg miliknya naik sekitar 50 persen pada libur panjang akhir tahun ini.
Pada hari biasa, warung gudegnya biasa dikunjungi sekitar 100 hingga 200, untuk musim liburan kali ini jumlah meningkat hingga 400 hingga 500 pengunjung perharinya.
"Untuk gori sebagai bahan utama pembuatan gudeg, di musim liburan seperti ini kami bisa menghabiskan hingga 2 kuintal gori per harinya. Sedangkan untuk telur bisa menghabiskan 1.200 hingga 1.500 butir, dan 200 ekor ayam," ungkap Chandra, Sabtu (27/12/2014).
Jumlah tersebut untuk mencukupi lima outlet gudeg Bu Lies yang dikelola oleh Chandra dan berada di beberapa wilayah Yogyakarta.
Meskipun telah mengalami peningkatan pengunjung hingga dua kali lipat, tetapi menurut Chandra jumlah kunjungan tersebut belum mencapai puncaknya. Puncak kunjungan diprediksi akan terjadi pada tanggal 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2015.
"Saat liburan seperti ini kebanyakan yang datang ke tempat kami adalah rombongan keluarga. Karena waktu liburan yang masih panjang, biasanya mereka datang untuk makan gudeg di tempat. Mereka yang membeli gudeg untuk dijadikan oleh-oleh belum terlalu banyak tetapi sudah meningkat dibandingkan hari biasa," ungkap Chandra. (tribunjogja.com)