Bakso Bethesda 74 Legendaris dan Laris Manis
Untuk tujuan pengembangan usaha, akhirnya bakso Bethesda menambah inisial 74 dibelakangnya menjadi Bakso Bethesda 74
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para penggemar makanan bakso di Yogyakarta tentu tidak asing dengan nama salah satu warung bakso legendaris yang ada di dekat Rumah Sakit Bethesda ini. Ya, warung bakso daging sapi ini mendapat sebutan bakso Bethesda, lantaran tempatnya yang memang di dekat rumah sakit tersebut.
Maryono Mardisiswanto merintisnya sejak tahun 1960 an. Awalnya ia berjualan keliling dengan menggunakan gerobak dorong. Baru setelah tahun 1974, ia menetap berjualan di dekat rumah sakit Bethesda. Untuk tujuan pengembangan usaha, akhirnya bakso Bethesda menambah inisial 74 dibelakangnya menjadi Bakso Bethesda 74.
"Dulu bapak saat itu sudah menjual di atas rata-rata bakso, misalnya semangkuk bakso rata-rata dijual Rp 25, bapak sudah jual Rp 50-75 kala itu. Kenapa bapak menjual di atas rata-rata karena bapak sangat mementingkan kualitas baksonya. Bagian daging sapi yang terbaik yang dipakai, sampai sekarang masih kita pertahankan," terang Marwati saat ditemui di cabang Bakso Bethesda 74 di Jalan Gondosuli No 5 Baciro, belum lama ini.
Benar saja apa yang dipresentasikan Marawati tentang kualitas bakso dengan resep warisan orang tua nya itu. Soal rasa, bakso bikinan Bethesda 74 sangat lembut di lidah. Kualiatas adalah nomer satu.
Bahan-bahan alami yang aman untuk kesehatan juga dipastikan terkandung dalam setiap butir bakso ini. Label halal dari MUI juga menjadi jaminan bahwa daging sapi yang dipakai benar-benar halal dan terjamin kualitasnya.
Pada perkembanganya, Bakso Bethesda 74 mengeluarkan varian menu bakso, yakni tahu bakso dan bakso kriuk. Varian baru yang sudah diperkenalkan beberapa tahun lalu ini menurut Marwati bertujuan untuk memenuhi selera para penggemar bakso.
"Untuk pembuatan bakso goreng dan butiran bakso, kita memang masih manual, ini berkaitan dengan taste. Misalnya pembuatan bakso goreng, adonan bakso masih kita gepuk pakai kayu asem. Kenapa kayu asem kita pilih, karena ulet, tahan lama dan mantab untuk menggepuk," jelas Marwati.
Saat ini, selain di warung lama yang berada di kawasan Rumah Sakit Bethesda, Bakso Bethesda sudah membuka cabang di beberapa tempat, antara lain di foodcourt Ambarukmo Plaza, di Jalan Jagalan No 41 B dan di Jalan Gondosuli No 5 Baciro.
Untuk cabang Baciro, setiap hari mulai buka pukul 10.00 hingga pukul 20.00. Satu porsi Bakso Komplit, Bakso Kuah, maupun Bakso Tahu rata-rata dibanderol Rp 16 ribu. (tribunjogja.com)