Tiga Tawanan Dieksekusi Sadis ISIS, Siapa Selanjutnya?

Pasukan khusus dan agen intelijen telah diperintahkan untuk secepatnya menemukan Alan Henning (47), warga Manchester, Inggris

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM - Pasukan khusus dan agen intelijen telah diperintahkan untuk secepatnya menemukan Alan Henning (47), warga Manchester, Inggris yang pergi ke Suriah dalam rangka mengantarkan bantuan kemanusiaan.

Ayah dua anak yang berprofesi sebagai sopir taksi ini terlihat dalam salah satu tayangan video yang dirilis ISIS. Ia diduga kuat akan menjadi korban selanjutnya yang dieksekusi secara sadis oleh ISIS, setelah sebelumnya mereka mengeksekusi David Haines, seorang relawan kemanusiaan.

Ini merupakan tayangan ketiga yang dirilis ISIS. Pertama, mereka merilis video eksekusi James Folley, seorang wartawan asal AS, disusul kemudian dengan tayangan eksekusi Steven Sotloff yang juga merupakan wartawan AS.

Serta ketiga yakni video eksekusi David Heines yang dirilis pada hari Sabtu (13/9/2014) kemarin. Intelijen yakin bahwa si pelaku eksekusi merupakan orang yang sama, yakni yang mereka sebut sebagai Jihadi John.

Selain itu, ketiga tayangan video yang dirilis juga menunjukan gaya yang sama. Para tawanan menggunakan pakaian yang mirip dengan para tahanan Guantanamo yakni dengan pakaian berwarna Orange.

Para tawanan juga dipaksa untuk berlutut dengan tangan terikat di belakang. Sementara di si penjagal, tetap menggunakan pakaian berwarna hitam dengan penutup kepala dan pisau di tangan kirinya.

Dalam analisa mereka, Alan Henning diyakini tengah dijadikan sandera di sebuah terowongan bawah tanah yang dikuasai ISIS di Raqqa, utara Suriah.

Desakan publik terhadap Perdana Menteri Inggris untuk melakukan operasi penyelamatan para sandera memang begitu kuat. Hal ini seiring dengan meningkatnya ancaman yang mungkin dilancarkan oleh ISIS.

Untuk menjawab ancaman itu, Inggris telah mengerahkan sejumlah armada tempurnya, untuk bergabung dengan militer AS. Beberapa diantaranya menempatkan belasan armada tempur di Siprus berjaga-jaga jika ada perintah serangan ke basis ISIS secepatnya.

Pasukan khusus Inggris juga telah dikirimkan ke Irak, bersiap-siap untuk melakukan serangan darat. Adapun beberapa jam setelah video eksekusi David Heines dirilis, Inggris langsung meluncurkan pesawat tanpa awak dengan dilengkapi persenjataan misil yang didesain untuk menghancurkan target individual.

Drone ini dikirimkan langsung ke wilayah Irak sambil menunggu komando penyerangan.

Sementara Perdana Menteri Inggris David Cameron menegaskan bahwa mereka akan menghancurkan para pembunuh. Sementara Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa pihaknya akan bahu-membahu untuk memerangi ISIS termasuk bekerjasama dengan Inggris. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved