Ini Dampak Kerusakan Akibat Tambak Udang di Pesisir Selatan

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul, pada Selasa (2/9/2014), melakukan pemantauan dampak lingkungan terhadap pembuatan tambak

Tayang:
Penulis: had | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul, pada Selasa (2/9/2014), melakukan pemantauan dampak lingkungan terhadap pembuatan tambak di sepanjang pesisir selatan. Hasilnya, banyak tanaman barrier yang rusak berat akibat alih fungsi tersebut.

"Kami melakukan pemantauan dan pendataan di sepanjang pantai, mulai timur sampai barat," kata Kepala BLH Bantul, Drs. Eddy Susanto.

Ia ke lokasi didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Dokumen Lingkungan, Ir Priya Haryanta, MMA dan Kabid Pengendalian Kerusakan dan Konservasi Lingkungan, Sunarso, SH, MSi.

Hasil pemantauan di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, kerusakan yang terjadi antara lain penebangan tanaman akasia, pandan laut, dan cemara udang.

Kemudian berkurangnya populasi tanaman perindang di lokasi kegiatan tambak udang, fungsi tanaman sebagai wind barrier (penahan angin) menjadi berkurang.

"Tambak udang yang berdekatan dengan gumuk pasir juga dapat merubah bentuk gumuk pasir, bahkan dapat merusak gumuk pasir," katanya.

Kemudian di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, kerusakan lingkungan yang terjadi antara lain berkurangnya populasi tanaman pandan laut, akasia, dan cemara udang serta mangrove akibat penebangan untuk kegiatan tambak udang.

Pembuatan tambak yang berlokasi di laguna Pantai Samas terjadi intrusi air limbah ke petak sawah di sebelah utara tambak, diduga tanah menjadi asam, sehingga pertumbuhan tanaman padi kurang subur dan produksi padi menjadi turun.

"Dari situ, dalam waktu dekat BLH akan memeriksa kualitas pH air," ujarnya.

Selanjutnya di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, kerusakan lingkungan yang terjadi antara lain ; terjadi penebangan tanaman glereside, pandan laut, cemara udang dan akasia, sehingga berkurang populasi tanaman perindang dan tanaman wind barrier, dimana tanaman ini memiliki fungsi ganda.

"Untuk yang berdekatan dengan JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) akan menyebabkan jalan menjadi cepat rusak karena kanan kiri jalan digali untuk kegiatan tersebut," ungkap Edy. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Tambak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved