Setelah Dapat Kerja, Pencari Kartu Kuning Tak Pernah Balik Lapor
Jumlah pencari kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul sehabis Lebaran tahun 2014
Penulis: say | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah pencari kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul sehabis Lebaran tahun 2014 belum begitu banyak. Meskipun sempat mencapai ratusan dalam sehari, tetapi rupanya hal itu tidak berlangsung lama.
Rina Dwi Kumala Dewi, Kasi Informasi dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Bantul memprediksi, sedikitnya jumlah pencari kartu kuning dipengaruhi oleh seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak harus menyertakan kartu tersebut. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana kartu kuning harus diikutsertakan semenjak seleksi awal.
"Yang seleksi kali ini, kartu kuning dikumpulkan ketika sudah lolos tes. Makanya tidak membludak," kata Rina di Kantor Disnakertrans Bantul, Jumat (8/8).
Rina tidak menampik jika jumlah pencari kartu kuning dapat bertambah banyak ketika ada pembukaan CPNS. Untuk menghindari antrian panjang, pembuat kartu kuning dapat mengisi formulir online yang telah tersedia di website disnakertrans.
Pencari kartu yang sudah mengisi secara online dapat mendatangi Kantor Disnakertrans untuk mencetak dan meminta stempel. Pengisian formulir juga dapat dilakukan dimanapun karena terhubung dengan jaringan internet.
"Ya kalau sedang banyak yang memakai, agak lambat sedikit karena mungkin berat. Jadi kita online jalan, manual juga jalan," ujar Rina.
Selama ini, Disnakertrans juga tidak dapat mendata kemana orang-orang yang sebelumnya telah meminta kartu kuning, apakah mendapat kerja atau tidak. Pasalnya, banyak di antara mereka yang tidak melapor kembali.
Padahal di balik kartu, sudah tertera dengan jelas bahwa pencari kerja harus melapor kembali ke Disnakertrans setelah jangka waktu tertentu. Namun kenyataannya, jarang warga yang melakukannya.
Hal ini juga dibenarkan Susanto, Kepala Disnakertrans Bantul. Ia tidak tahu apakah pencari kartu kuning memperoleh kerja di Bantul atau justru ke luar daerah setelahnya.
"Kita kan jadi engga tahu, apakah mereka bekerja atau justru sekolah lagi. Soalnya jarang sekali yang melapor," ungkap Susanto. (say)