Singkirkan Karpet Ruang Tamu
Ia menyarankan karpet untuk dipasang di ruang keluarga sebagai tempat bersantai
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UNTUK ruang tamu, menurut Anindya Septiasti Tejowati dari CV Archira, sangat menyarankan klien untuk menghindari pemasangan karpet. Banyaknya anak atau balita yang dibawa bersilaturahmi berpotensi menimbulkan kotoran misalnya makanan atau minuman yang tumpah. Ia menyarankan karpet untuk dipasang di ruang keluarga sebagai tempat bersantai.
Apabila pemilik rumah ingin meminimalisir risiko makanan tumpah, bisa pula menyajikan minuman kemasan siap saji. Juga, kalau mau tamu tidak berlama-lama karena banyak antrean atau kegiatan lain, sebaiknya jangan menaruh asbak di ruang tamu. Kalau tamu sudah merokok, tentunya menyita waktu.
"kalau ada dana lumayan, ganti gorden juga disarankan. Meski hanya gorden, namun kesan yang ditimbulkan bisa berbeda. Misalnya selama ini pasang gorden minimalis, bisa diganti gorden klasik dan sebaliknya. Bentukan siran matahari yang masuk bisa menguatkan kesan suasana baru," imbuhnya.
Bagi yang berbudget tipis, penataan bisa difokuskan pada ruang tamu yang langsung bersentuhan dengan orang luar. Namun bagi yang mau repot dan berkorban sebagian dana, penataan juga bisa menyentuh ke ruang makan, dapur, ruang keluarga, bahkan teras.
"Konsep penataan di ruang makan sebenarnya sama. Kurangi ornamen yang kurang mendukung aktivitas bersantap misalnya guci dan vas di sudut ruangan. Kalau bunga di tengah meja jelas penting untuk nuansa ruangan. Kalau memungkinkan, penggantian perabot makan sudah mewakili perubahan. Kalau mau nambah aksesoris, tambahkan yang fungsional misalnya tempat tissue atau tempat lilin untuk mengusir lalat," paparnya.
Sementara untuk ruang keluarga, Anin menyarankan tetap memakai sofa. Hanya saja, sofa yang dipakai cukup satu sofa yang panjang. Hal ini dimaksudkan untuk tempat duduk anggota keluarga yang telah lanjut usia. Anggota keluarga yang masih mudah bisa duduk lesehan di bawah dengan difasilitasi karpet.
Sementara untuk dapur memang tidak terlalu mendesak untuk mendapat sentuhan penataan. Sebabnya, meski kerabat perempuan, terutama ibu-ibu suka berkumpul di dapur, namun penataan dapur memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, penataan dilakukan apabila memang dana memungkinkan. (Tribunjogja.com)