Pilpres 2014

Warga Binaan Rutan Diminta Lebih Teliti dan Cermat Tentukan Pilihan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menggelar sosialisasi pemilihan presiden kepada warga binaan yang ada di Rutan Kelas II B Wonosari

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menggelar sosialisasi pemilihan presiden kepada warga binaan yang ada di Rutan Kelas II B Wonosari, Senin (7/7/2014).

Sosialisasi dilaksanakan dua hari jelang hari pemilihan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan saat melakukan pencoblosan.

Kepala Rutan Kelas II B Wonosari, Ramdani Boy mengatakan berkaca dari pengalaman pemilihan umum (pemilu) legislatif 9 April lalu, warga binaan banyak yang melakukan kesalahan dalam melakukan pencoblosan. Akibatnya, surat suaranya banyak yang tidak sah.

“Angka tidak sah waktu itu cukup banyak. Warga binaan banyak yang mencoblos namun tidak sesuai dengan aturan,” katanya usai pelaksanaan sosialisasi di aula Rutan kelas II B Wonosari.

Ramdani menjelaskan, jumlah warga binaan yang ada di Rutan Kelas II B Wonosari sebanyak 114 orang. Namun tidak semuanya memiliki hak pilih karena ada 20 warga binaan yang belum memiliki hak pilih karena belum cukup umur.

“Yang masuk dalam DPT ada 96 orang, sementara lainnya belum cukup umur,”jelasnya.

Dengan sosialisasi yang langsung dilakukan oleh komisioner KPU ini, Ramdani berharap seluruh warga binaan yang sudah memiliki hak pilih bisa menggunakan haknya secara benar. Warga binaan bisa lebih teliti dan cermat dalam mencoblos dan menggunakan hak pilihnya sehingga surat suaranya sah.

“Sia-sia kalau begitu, sudah mencoblos tapi akhirnya tidak sah,” imbuhnya.

Salah seorang warga binaan, Agung Rohmanto mengaku setelah mendapatkan sosialisasi dari KPU, dirinya mengaku lebih siap untuk ikut menyukseskan pemilihan presiden. Kesempatan ini tidak akan disia-siakan untuk memilih pemimpin yang akan menjadi nahkoda bangsa Indonesia dalam lima tahun kedepan.

“Kesempatan nyoblos sekarang tidak akan saya sia-siakan. Saya sudah punya pilihan. Semoga pilihan saya ora keliru (tidak salah)," katanya.

Kepada capres dan cawapres terpilih, warga Patuk tersebut berharap benar-benar amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin bangsa. Bisa memberantas korupsi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Yang jelas bisa membawa perubahan supaya Indonesia menjadi lebih baik,” imbuhnya.(has)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved