Penyerangan Rumah Julius Felicianus
Polisi Simpulkan Sementara Kasus Ngaglik Lebih ke Konflik Pribadi
Kombes Pol Ahmad Dofiri, Wakapolda DIY, mengatakan pihaknya tidak ingin terpengaruh isu SARA dalam penyidikan kasus perusakan di Ngaglik
Penulis: ang | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJ.COM, SLEMAN - Kombes Pol Ahmad Dofiri, Wakapolda DIY, mengatakan pihaknya tidak ingin terpengaruh isu SARA dalam penyidikan kasus perusakan dan penyerangan terhadap properti serta pribadi Julius Felicianus, warga Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Kamis (29/05) malam. Pasalnya, proses penyidikan masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan hasilnya.
“Penyidikan masih berlangsung, kami masih mendalami kasus ini. Tapi tolong jangan dikait-kaitkan dengan konflik SARA, masih terlalu dini,” paparnya saat ditemui usai gelar pasukan Pengamanan Pilpres 2014 di Mapolda DIY, Senin (2/6).
Menurutnya, tidak ada kaitannya antara kasus di Ngaglik dengan perusakan bangunan di Sleman. Hal ini lantaran munculnya insiden berbeda konteks dan pemicunya.
“Jika di Sleman, insiden itu muncul karena reaksi spontan warga sekitar terhadap terjadinya pelanggaran berupa penggunaan tempat ibadah yang tidak berizin. Sementara di Ngaglik, sejauh ini penyidikan mengarah pada masalah pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan konflik perbedaan agama,” ungkapnya.
Dofirin menjelaskan, kepolisian masih mendalami kasus dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Sejauh ini, pihak Polda telah mengamankan seorang terduga pelaku penyerangan dengan inisial KH. Sementara motif yang pelaku hanya berupa masalah pribadi yakni ketersingungan dengan kegiatan yang diadakan oleh pemilik rumah. “Masih akan kami dalami, jangan sekonyong-konyong dikaitkan dengan isu-isu yang belum jelas,” terangnya. (ang)