Pemilu 2014

Pengepakan Surat Suara Libatkan PPS dan PPK

Agar lebih cermat dalam melakukan pengepakan surat suara Pemilu Presiden (Pilpres)

Pengepakan Surat Suara Libatkan PPS dan PPK
Ist
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Agar lebih cermat dalam melakukan pengepakan surat suara Pemilu Presiden (Pilpres), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melibatkan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Pada Pilpres mendatang kami akan langsung melibatkan PPK dan PPS untuk proses pengepakan surat suara, sehingga akan sesuai dengan DPT yang ditentukan," kata Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, Senin (19/5).

Menurut Hamdan, hal itu untuk meminimalisir potensi kekurangan surat suara seperti yang terjadi pada Pileg lalu tidak terulang. Karena para petugas PPK dan PPS juga tentunya mengetahui jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di wilayahnya masing-masing.

Ia mengungkapkan, meskipun KPU akan terus melakukan evaluasi dan lebih cermat dalam melakukan penyortiran hingga distribusi, namun dalam Pilpres diperkirakan tingkat kesalahan akan berkurang. Karena jumlah surat suara hanya satu lembar, dan tidak ada daerah pemilihan (dapil).

Sebelumnya pada Minggu (18/5) lalu, KPU DIY juga telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilpres 2014 sebanyak 2.744.622 orang. Jumlah tersebut mengalami penambahan 20.880 dari DPT Pileg yang berjumlah 2.723.742 orang.

Rinciannya, untuk Kabupaten Sleman sebanyak 782.662 orang, Kulonprogo 335.989 orang, Gunung Kidul 597.233 orang, Bantul 721.601 orang, dan Kota Yogyakarta 307.137 orang.
Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah karena adanya anggota TNI/Polri yang menjadi sipil, dan pemilih dari kalangan mahasiswa. Pihaknya juga meminta meminta masyarakat dan partai politik untuk turut mencermati.

Proses pemutakhiran masih akan dilakukan KPU Kabupaten dan Kota sebelum penetapan DPT pada 9 Juni 2014 atau 30 hari sebelum pemungutan suara Pemilu Presiden 2014. Kemudian akan ditetapkan sebagai DPT di tingkat DIY pada 2 juli.

Komisioner KPU DIY Divisi Umum Logistik Keuangan dan Rumah Tangga, Guno Tri Tjahjoko, mengungkapkan, KPU juga melakukan regrouping Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jika pada Pileg terdapat 8.530 TPS, sementara dalam Pilpres menjadi 8.348 TPS.

Adapun untuk Pilpres, KPU DIY juga menerima anggaran sebesar Rp 1,4 miliar untuk pengadaan barang atau logistik tahap 1. Menurut Guno, diperkirakan anggaran tersebut juga akan sisa. Sebab, kegiatan belanja dalam Pilpres lebih sedikit.

“Kotak suara kita pastikan tidak akan membuatnya, sebab yang kemarin (Pileg) kan masih bisa digunakan. Jadi kemungkinan besar uangnya sisa, apalagi kalau pilpresnya hanya satu putaran saja,” katanya.

Jika sebelumnya di setiap TPS terdapat empat kotak suara, maka dalam Pilpres hanya terdapat 1 kotak suara. “Jadi lebih ringkas dan simple,” ujarnya. (had)

Penulis: had
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved