PT Liebe Lakukan Sosiaslisasi ke Warga Salamrejo
sosialisasi yang dilakukan itu baru sebatas pengenalan perusahaan kepada masyarakat
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perusahaan asal Korea Selatan, PT LIEBE Green Standard Technology terus bergerak untuk merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan limbah Bahan Beracun dan berbahaya (B3) di Salamrejo, Sentolo.
Sosialisasi kepada masyarakat setempat telah dilakukan pada Senin (21/4/2014) malam di balai desa setempat.
Konsultan PT LIEBE, Tabhita Sri Jeany mengatakan, sosialisasi yang dilakukan itu baru sebatas pengenalan perusahaan kepada masyarakat. Adapun pihaknya saat ini masih mengurus perizinan dan pada Jumat (25/4) nanti akan menggelar sidang perizinan dengan Pemkab Kulonprogo.
"Sementara ini masih sejauh pengenalan saja pada masyarakat. Tentu kita akan sosialisasi lagi agar mereka tahu mekanisme pengolahan limbah yang ramah lingkungan," kata Jeany kepada wartawan, Selasa (22/4/2014).
Dia mengatakan, perusahaan kliennya berharap keberadaan pabrik yang telah didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo itu nantinya bisa bersinergi dengan masyarakat perihal lapangan kerja. Lebih dari itu, PT LIEBE ke depannya diharapkan bisa menjadi pemantik bagi investor lain untuk turut menanamkan modal di Kulonprogo.
Direktur Utama PT LIEBE, Kim Young Hun mengatakan, pabrik ini akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan teknologi tinggi. Pabrik pengolahan limbah ini manjadi satu rangkaian kegiatan dalam upaya menyehatkan lingkungan dengan mengilangkan virus atau sumber penyakit dari limbah rumah sakit, puskesmas laboratorium dan industri.
Seluruh limbah ini akan dibakar menggunakan teknologi tinggi dan menghasilkan residu yang tidak berbahaya dan tidak beracun. Hal ini dikatakannya sesuai dengan peraturan emisi dari Kementrian Lingkungan Hidup.
“Ini menjadi pilot project kita untuk menjadikan lingkungan menjadi lebih aman, sehat dan nyaman dalam jangka waktu lama,” jelasnya. (Tribunjogja.com)
Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia