Goa Maria dan Gereja Promasan Dikembangkan Jadi Kawasan Ziarah Terpadu

Kedua situs cagar budaya tersebut bakal dikembangkan menjadi kawasan peziarahan yang terintegrasi.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Rina Eviana Dewi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Kawasan Gereja Promasan dan peziarahan Goa Maria Sendangsono di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang kini tengah dilakukan penataan dan revitalisasi. Ke depan, kedua situs cagar budaya tersebut bakal dikembangkan menjadi kawasan peziarahan yang terintegrasi.

Kepala Dinas pariwisata, Kebudayaaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana mengatakan, revitalisasi dilaksanakan oleh Panitia Penataan Kawasan Peziarahan Gereja-Promasan-Sendangsono. Di dalam kepanitian tersebut tercantum nama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro serta Uskup Agung Mgr Yohanes Pujasumarta Pr dalam jajaran pelindung proyek tersebut.

“Nilai anggarannya mencapai Rp 9,8 milyar untuk penataan Sendangsono dan Paroki Promasan. Dananya berasal dari umat dan pihak swasta,” kata Eko, Senin (10/3/2014).

Eko menjelaskan, dalam masterplan penataan, disebutkan bahwa ada beberapa prioritas program penataan kawasan tersebut. Yakni, renovasi gereja Katolik Promasan, penataan Jalur Jalan Salib sepanjang 1,4 kilometer (Promasan-Sendangsono), pembangunan kolam suci diri di dekat Gereja Promasan, penataan lingkungan hidup kawasan, pengembangan ekonomi masyarakat, serta pelestarian ekologi lingkungan dengan penanaman pohon produktif.

Revitalisasi saat ini menurutnya sudah mulai dilakukan panitia pelaksana. Panitia juga sudah membebaskan lahan seluas 1,6 hektare yang akan dikembangkan menjadi taman dan menunjang jalur Jalan Salib. Direncanakan pada pertengahan tahun ini dilakukan peresmian keseluruhan program. Di sisi lain, saat ini juga sedang digagas pelebaran jalur masuk utama kawasan tersebut supaya bisa dilalui armada bus berukuran besar, melalui Pasar Bendo atau wilayah Sranden.(*)

Skandal Kuliner Terkait :

Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting di Yogya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved