Ujian Nasional 2013

42 Siswa SMA/SMK di Klaten Tidak Lulus

sebanyak 42 peserta UN Klaten tidak lulus.

Penulis: oda | Editor: Rina Eviana Dewi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dari 13.805 peserta ujian nasional (UN) 2013 tingkat SMA sederajat di Klaten, sebanyak 42 peserta  tidak lulus.

Peserta yang tidak lulus terdiri dari siswa SMA  (1 siswa), MA (2 siswa), dan SMK (39 siswa0. Dibandingkan 2012, peserta UN SMA/MA yang tidak lulus mengalami penurunan. Tahun sebelumya siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 7 siswa. Sedangkan untuk peserta yang tak lulus untuk SMK menggalami kenaikan. Tahun sebelumnya hanya 15 peserta UN yang tidak lulus.

"Meski ada kenaikan prosentase kelulusan dibandingkan dengan tahun kemarin untuk SMA dan MA, namun secara menyeluruh nilai rata-rata UN menurun. Itu disampaikan provinsi, tapi untuk penurunannya berapa prosentasenya masih dalam perhitungan di provinsi. Pengumuman UN di Klaten nanti jam 15.00 di setiap sekolah," tutur Sekretaris Panitia UN Kabupaten Klaten, Lasa, kepada Tribunjogja.com, Jumat (24/5).

Lasa menuturkan jumlah ketidaklulusan peserta UN dan penurunan nilai rata-rata UN di Klaten disebabkan karena tingkat kesulitan materi atau soal UN lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Naiknya tingkat kesulitan soal itu dikarenakan nilai tersebut akan digunakan untuk menuju perguruan tinggi.

"Penurunan tersebut disebabkan karena nilai UN menjadi pertimbangan masuk perguruan tinggi. Jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) memiliki kuota sebesar 60 persen. Siswa SMK yang tidak lulus ini disebabkan karena materi dalam soal UN Bahasa Indonesia, Inggris dan Matematika didekatkan dengan SMA, sehingga tentu yang menang SMA. Filosofi dari SMK juga kan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi langsung kerja," paparnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, juga akan melakukan evaluasi terhadap hasil UN tingkat SMA/SMK ini. "Dalam waktu dekat kita akan melakukan analisa terhadap hasil UN ini dengan membandingkan hasil UN tahun kemarin. Kita akan mencari titik kelemahan yang perlu dilakukan peningkatan," imbuh Lasa. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved