Penangkapan Terduga Teroris
Tetangga Terduga Teroris Sempat Dibekap Aparat
Jono bersama keluarganya diungsikan ke rumah warga yang cukup jauh dari lokasi
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, KEBUMEN - Proses penggerebegan tujuh terduga teroris di Dusun Kembaran, Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun, Kebumen menjadi momen tak terlupakan untuk Marjono (54). Pria yang tinggal di belakang rumah kontrakan terduga teroris ini sempat mengunjungi rumah tersebut sesaat sebelum diserbu tim gabungan Densus 88 Anti Teror, TNI, Brimob dan petugas dari Polres Kebumen.
"Waktu itu saya membantu proses pengurasan sumur. Yang nyariin tukang saya karena pemilik rumah sudah mempercayakan rumah itu ke saya. Saya ajak pak Dullah Wardi. Dia yang turun nguras sumur," jelas Marjono ketika ditemui di rumahnya, Jumat (10/5/2013).
Ia mengatakan, proses pembersihan sumur dimulai pada Rabu (8/5/2013) sekitar pukul 16.00. Air sumur yang sangat kotor dan berbau membuat Wardi terpaksa bekerja keras. Sumur dikuras tiga kali.
"Waktu itu penghuni rumah ada yang nungguin, seorang saja. Dia nggak pake jubah seperti kalau keluar. Pake baju biasa aja. Selesai nguras diajak ke ruang tamu. Nggak ada yang aneh sih. Ruang tamu biasa aja. Hanya herannya, orangnya ramah dan sopan. Saya nggak ngira kalau mereka kemudian diduga teroris," katanya lagi.
Selesai membersihkan sumur, ia pun pulang. Ketika baru beberapa langkah keluar dari rumah, mendadak ia dibekap dari belakang.
"Orang itu bilang kalau dia aparat. Dia nanya ada berapa orang di rumah dan apa kegiatan mereka. Saya jawab aja, ada lima orang, habis nguras sumur. Terus saya nanya, bapak aparat mau ngapain? Katanya mau nangkep yang di dalem. Katanya sih teroris. Dari situ saya lemes. Orang-orang sebaik itu kok teroris..." Ujar Marjono lirih.
Ketika petugas sedang berupaya menangkap kelima terduga teroris, Jono bersama keluarganya diungsikan ke rumah warga yang cukup jauh dari lokasi. Meskipun demikian, ia masih lemas. Terlebih lagi ketika ia mendengar suara rentetan senjata api dan ledakan bom.
"Sampai sekarang saya masih agak lemes kalau ingat kejadian itu," katanya.(*)