Kebakaran
Kerugian Kebakaran Pasar Stres Magelang Capai Rp 1,45 Miliar
Kerugian Rp 1 miliar untuk barang dagangan, sedangkan sisanya kerugian untuk bangunan fisik yang ludes dilalap jago merah.
Penulis: had | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang memperkirakan, total kerugian material yang dialami para pedagang Pasar Stres Kota Magelang mencapai Rp 1,45 miliar. Kerugian tersebut akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (24/1/2013) malam, sekitar pukul 21.45 WIB.
Kepala DPP Kota Magelang, Isa Ashari, menyebutkan, kerugian Rp 1 miliar untuk barang dagangan, sedangkan sisanya kerugian untuk bangunan fisik yang ludes dilalap jago merah.
"Sedangkan jumlah kios yang terbakar ada 112 kios di Blok A dengan jumlah pedagang 107 orang," sebut Isa, Jumat (25/1/2013).
Menurut Wakil Wali Kota Magelang, Joko Prasetyo, pemerintah kota (pemkot) akan segera akan membangun pasar darurat untuk menampung para pedagang pasar yang menjual berbagai macam onderdil sepeda motor dan elektronik itu.
"Kami akan bangun pasar darurat di sekitar Pasar Stres. Pasar ini sudah mempunyai pelanggan tetap, sehingga lokasinya cukup potensial untuk aktivitas jual-beli," kata Joko seusai meninjau lokasi kebakaran.
Sementara alokasi dana penanggulangan bencana kebakaran diambil dari dana tak terduga (DTT) Kota Magelang sesuai nominal yang dibutuhkan. Hingga berita ini ditulis, para pedagang masih membersihkan puing-puing dan mengambil barang dagangan yang masih tersisa di lokasi kebakaran.
Selain pedagang, pembersihan tersebut melibatkan petugas dari Polres Magelang Kota, Polsek Magelang Selatan serta Satpol PP.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran masih diselidiki oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah Cabang Semarang. Kepala Sub bidang Fisika Komputer Forensik Semarang, AKBP Rini Puji Astuti, mengatakan, penyebab kebakaran baru akan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium atau sekitar 10 hari ke depan.
"Kami sudah membawa sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, antara lain kabel listrik, KWH meter, MCB, dan kawat. Untuk kepastian penyebab kebakaran, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," katanya.
(Tribunjogja.com)