Bos Mafia Rusia Tewas Ditembak Sniper
Sesaat setelah ditembak, Aslan sempat memeroleh pertolongan. Namun, ia dinyatakan meninggal ketika berada dalam perjalanan ke rumah sakit.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Aslan Usoyan (75), bos mafia terkuat dan paling berpengaruh di Rusia, tewas dibunuh lewat sebuah serangan penembak jitu pada Rabu (16/1/2013) kemarin. Kepolisian setempat meyakini, peristiwa itu dilakukan oleh seorang pembunuh bayaran yang sangat terlatih.
Dikutip dari The Times, Kamis (17/1/2013), Aslan yang diibaratkan sebagai “Al Capone” ini tewas tak lama setelah berjalan keluar dari restoran Karetny Dvor yang lokasinya berada tak jauh dari Kremlin di pusat kota Moskow.
Selama ini, ia dikenal sebagai pimpinan mafia terkuat dengan sebutan Kakek Hassan.
Penyelidik Rusia mengatakan, sesaat setelah ditembak, Aslan sempat memeroleh pertolongan. Namun, ia dinyatakan meninggal ketika berada dalam perjalanan ke rumah sakit. Mereka yakin bahwa peristiwa pembunuhan tersebut ada kaitannya dengan persaingan antara dua kelompok mafia besar di Rusia.
Polisi berhasil menemukan selongsong peluru berukuran 9 milimeter di gedung yang berseberangan dengan jalan di mana Aslan terbunuh. Selongsong tersebut ditemukan di antara lantai lima dan enam gedung tersebut.
Media di Rusia menerangkan, polisi melakukan penjagaan ketat di rumah sakit tempat jenazah Aslan disemayamkan. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya provokasi sehingga mengakibatkan perang antarkelompok.
Terkait kejadian tersebut, beberapa pengamat meramalkan bahwa peristiwa ini akan memicu perang di dunia kriminal Rusia dan bekas Republik Soviet. Anggota parlemen sekaligus pengamat keamanan Rusia Alexander Khinshtein meyakini, akan terjadi persebaran tindakan kriminal yang benar-benar baru.
Aslan terlahir di Georgia, Soviet, pada 1930. Ia merupakan tokoh utama dari mafia tertua di Rusia. Ia dianggap sebagai seorang pelaku kriminal paling berpengaruh di Soviet.
(Tribunjogja.com)