Teknik Boga Tak Hanya Belajar Memasak

Selain memiliki keterampilan memasak diharapkan mahasiswa Teknik Boga mampu mengetahui karakteristik bahan yang akan diolah maupun yang telah diolah.

Tayang:
Editor: Sigit Widya
Betty Ayu Noviani
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknik Boga S-1 UNY

ANGGAPAN masyarakat luas ketika mendengar kata sekolah kebogaan selalu dikaitkan kegiatan masak memasak. Sering kali, ilmu ketatabogaan dipandang sebelah mata karena dianggap hanya mempelajari tentang dasar-dasar memasak.

Namun pada beberapa periode terakhir ini, acara di televisi maupun pada berbagai kegiatan kemasyarakatan sering mengangkat tema berkaitan kebogaan. Program acara Master Chef di satu stasiun televisi sangat digemari masyarakat.

Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan ilmu tata boga tetap diperlukan. Menuntut ilmu di Jurusan Teknik Boga dan Busana tak hanya mempelajari cara memasak yang benar, namun pengembangannya pun juga dipelajari. Mata kuliah Pengujian Bahan Pangan menjadi satu mata kuliah pengembangan teknologi pangan.

Selain memiliki keterampilan memasak diharapkan mahasiswa Teknik Boga mampu mengetahui karakteristik bahan yang akan diolah maupun yang telah diolah. Mengetahui kadar gula pada beberapa produk minuman juga dilakukan mahasiswa Pendidikan Teknik Boga UNY.

Tak hanya mempelajari cara memasak. Namun dari perencanaan menu dan resep, penyajian, sampai perhitungan kebutuhan zat gizi setiap orang juga dipelajari.

Ilmu-ilmu mata kuliah umum, misalnya Psikologi Pendidikan, Ilmu Sosial Budaya Dasar juga tak luput dipelajari karena lulusan S-1 Pendidikan Teknik Boga dipersiapkan menjadi calon tenaga pendidik, meskipun bisa juga menjadi pengusaha.

Sebagai calon tenaga kependidikan yang akan mengajar di SMK Pariwisata dan sejenisnya yang didalamnya terdapat jurusan Tata Boga maupun Perhotelan, tentu saja dituntut mengetahui banyak hal mengenai makanan dan segala hal yang menyinggung makanan. Karena siswa lulusan diharapkan mempunyai kemampuan yang siap digunakan di industri.

Yogyakarta merupakan satu tujuan tempat wisata populer di Indonesia. Tentu saja di tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan sangat berpotensi bidang kulinernya.

Pendapatan daerah terbesar dari wisatawan yang selalu datang ke daerah, melalui objek wisata dan kuliner yang menarik. Hotel-hotel dan restauran ramai dikunjungi. Akibatnya tenaga kerja yang bisa langsung ditempatkan sangat dibutuhkan.

Oleh karena itu, belajar Tata Boga pun juga diperlukan melihat prospek masa depan yang menjanjikan. Mulai dari tenaga kerja yang langsung bersentuhan dengan makanan. Maupun tenaga pendidik yang mencetak para tenaga kerja yang kompeten.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved