Kebakaran
Klenteng yang Terbakar di Banyumas Benda Cagar Budaya
Klenteng Boen Tek Bio Banyumas yang terbakar merupakan salah satu benda cagar budaya (BCB) di kawasan kota lama Banyumas.
TRIBUNJOGJA.COM, BANYUMAS - Klenteng Boen Tek Bio Banyumas yang terbakar Rabu (24/10/2012) merupakan salah satu benda cagar budaya (BCB) di kawasan kota lama Banyumas. Bangunan tua tersebut mulai digunakan sebagai kelenteng sejak tahun 1960.
Meski demikian belum diketahui secara pasti kapan pembangunan klenteng di belakang pasar Banyumas didirikan. Berdasarkan sertifikat tanah bangunan kelenteng yang dikeluarkan semasa pemerintahan penjajah Belanda bertuliskan 1826.
"Klenteng termasuk benda cagar budaya," kata jurubicara klenteng, Sobitananda.
Ia menambahkan, penggunaan Klenteng seiring dengan dimasukkannya Kiem Sien (patung leluhur) yakni Kongco Hok Tek Tjeng Sin ke dalam gedung.
Sebelumnya, Kiem Sien Kongco Hok Tek Tjeng Sin berpindah dari rumah ke rumah.
Sebelum digunakan sebagai kelenteng, bangunan ini pernah dipakai sebagai gedung Sekolah Dwi Tunggal, SMP Negeri 1 Banyumas, dan SD Kristen Banyumas
Seperti diberitakan, Rabu dinihari klenteng terbesar di eks Karesidenan Banyumas itu terbakar. Api diketahui menyala sekitar pukul 01.30 dan padam pukul 04.30. Warga dan pengurus Klentang sempat berupaya melakukan pemadaman dan menyelamatkan patung dewa-dewi. Sumber api diduga berasal dari lilin persembahyangan yang kini rusak parah. Kerugian ditaksir Rp 100 juta. (*)