Agen Elpiji Klaten Keluhkan Rembesan dari Luar Wilayah

Agen-agen elpiji Klaten mengeluhkan adanya rembesan dari luar wilayah Klaten lain, khususnya di wilayah perbatasan

Penulis: oda | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Agen-agen elpiji Klaten mengeluhkan adanya rembesan dari luar wilayah Klaten lain, khususnya di wilayah perbatasan Klaten dengan kabupaten atau kota. Pasalnya, ada 19 kecamatan di Klaten yang mengalami kekurangan pasokan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram. Menyikapi hal tersebut, agen-agen itu bersama dengan Pemkab Klaten, melakukan audiensi dengan Pertamina, di Ruang B1, Kantor Pemkab Klaten, Kamis (4/10/2012).

"Ada beberapa kecamatan di Klaten yang mendapat pasokan dari luar daerah, karena di Klaten kekurangan pasokan. Contoh riilnya, Kecamatan Tulung yang merupakan perbatasan Klaten-Boyolali mendapatkan rembesan elpigi dari Boyolali. Kami ingin pihak Pertamina dapat memberikan tambahan definitif pasokan elpigi ke Klaten," jelas Haryanto, seorang agen elpiji, di Klaten, Kamis (4/10/2012).

Pemilik Agen Benny Putra itu menambahkan, dirinya terpaksa menolak pihak yang ingin membuka pangkalan dari pasokan agennya. Pasalnya, dia mengalami kekurangan untuk memberikan pasokan ke pangkalan lama. "Manisrenggo hanya dikirim seminggu sekali karena kekurangan pasokan dalam mengakomodir kebutuhan elpigi ke pangkalan," ucapnya.

Haryanto juga mengharapkan tambahan elpiji tidak terlalu besar. Hal itu untuk mengurangi persaingan harga antara agen. "Sekitar 100 sampai 200 tabung untuk setiap agennya. Jika terlalu banyak nanti ada persaingan dengan menjatuhkan harga antaragen," tambahnya.

Pasokan elpiji bersubsidi tiga kilogram untuk Klaten saat ini sebesar 19.143 tabung per hari. Jumlah tersebut ditangani oleh sepuluh agen di Klaten yang memiliki total sekitar 687 pangkalan elpiji yang tersebar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved