Kemarau di Gunungkidul

Pemkab Wacanakan Pembangunan Telaga Geomembran

Kasubid Tata ruang, Lingkungan Hidup, dan Pemukiman, Bappeda Gunungkidul, Sri Agus Wahyono menjelaskan dari 217 telaga kering

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL -  Kasubid Tata ruang, Lingkungan Hidup, dan Pemukiman, Bappeda Gunungkidul, Sri Agus Wahyono menjelaskan dari 217 telaga yang mengalami kekeringan, 205 telaga diantaranya telah mengalami pendangkalan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah mengupayakan berbagai cara.

"Salah satunya dengan wacana Geo membran," jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya juga merencanakan untuk membangun telaga dengan menggunakan sistem terbaru dengan sistem geomembran. Geomembran tersebut juga berguna untuk menghindari tercemarnya air tanah dari limbah yang ditampung embung.

Pembangunan telaga itu nanti akan menggunakan sistem  Geomembran berbentuk lembaran terbuat dari bahan HDPE (High Density Polyetylene) yang mempunyai tingkat impermeabilitas tinggi dan berfungsi sebagai lapis kedap air (impermeable liner).

Dari wacana yang ada, pembangunan setiap telaga dengan luas sekitar satu hektar kedalaman tiga meter itu, akan menghabiskan anggaran Rp 600 juta. Secara fisik telaga akan mampu bertahan sekitar 25 tahun dan berfungsi sebagai penampungan air hujan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved