Arus Balik Lebaran

Harga Tiket Bus Naik 100 Persen

Arus balik di terminal Giwangan Yogyakarta belum mencapai puncaknya. Namun agen bus bersiap menaikkan harga tiket

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yosep Hary

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arus balik di terminal Giwangan Yogyakarta belum mencapai puncaknya. Namun agen bus telah bersiap dengan menaikkan harga tiket, terutama untuk bus ber-AC. Kenaikan harga tiket itu bahkan ada yang mencapai lebih dari 100 persen. Meski begitu, nampaknya para penumpang menyadari kebiasaan itu sehingga tidak merasa keberatan.

Endang, calon penumpang tujuan Bogor, yang mendatangi agen bus Ramayana di terminal, Rabu (22/8/2012) siang, tidak memperlihatkan raut muka kaget, meski harga tiket yang diperolehnya jauh lebih mahal dibanding hari biasa. Di tangannya, tiket tujuan Bogor tertulis Rp 280 ribu. Padahal, saat hari biasa harganya hanya separuhnya.

Ditemui di koridor kios-kios yang ditempati para agen bus, dia menuturkan harga tiket setinggi itu tidak membuatnya mengurungkan niat untuk membeli. Pasalnya, selain sudah menjadi kebiasaan saat lebaran, kebutuhan untuk memperoleh transportasi harus terpenuhi. Semula dia bermaksud kembali ke Bogor menggunakan kereta. Sayang, dengan pembatasan tiket, dan kabar bahwa tiket kereta telah habis hingga akhir bulan ini, membuatnya mengalihkan pilihan untuk menggunakan bus.

Meski harga tiket mahal, dia tetap harus membeli jika ingin rencana perjalanannya lancar. Demikian juga di agen lainnya, tak dipungkiri memang telah menerapkan kenaikan harga tiket. Berdasarkan informasi dihimpun, kenaikannya mencapai 100 persen. Hal itu diakui pula oleh para petugas di agen bus ber-AC.

Operasional Agen Bus Ramayana, Suranto mengatakan, kenaikan bus AC memang tidak berdasarkan batasan sebagaimana bus ekonomi. Menurutnya, kenaikan harga mencapai 100 persen bahkan lebih, sudah menjadi kebiasaan setiap lebaran. Masyarakat pun menurutnya memang tidak keberatan.

Disebutkan, dari Yogyakarta untuk jurusan Palembang, harga tiket kini mencapai Rp 450 ribu. Sebelumnya sekitar Rp 325 ribu. Untuk tujuan Jakarta, tiketnya seharga Rp 300 ribu, naik dari sebelumnya Rp 165 ribu. Mahalnya harga tiket tidak mengurangi jumlah pembeli. Pasalnya, kebutuhan masyarakat memang tinggi saat lebaran. Tiket pada agen tersebut bahkan telah habis hingga tanggal 25 Agustus mendatang. Untuk pemberangkatan pada 26 Agustus, menurutnya masih tersisa beberapa lembar.

Dia mengaku, penetapan kenaikan harga tiket bus berdasarkan kebijakan masing-masing perusahaan bus. Pihaknya menetapkan kenaikan itu pada 21 Agustus lalu. Namun beberapa agen atau perusahaan lain sudah memulainya sejak 19 Agustus 2012.

"Kami menyesuaikan dengan kondisi penumpang. Jika memang mendekati puncak, kami siap menaikkan. Kami prediksi memang segera mencapai puncak arus balik," ungkapnya.

Sementara pada Rabu siang itu belum terlihat kepadatan arus balik. Suasana terminal mulai kian padat hanya saat selepas siang, mulai pukul 14.00 ke atas. Pada hari sebelumnya, berdasarkan data di kantor terminal Giwangan tercatat jumlah bus datang mencapai 1.684 dan yang diberangkatkan 1.616 armada. Sedangkan jumlah penumpang pada H+1 lebaran itu sebanyak 29.817 orang yang tiba di terminal dan 29.224 penumpang diberangkatkan.

Kepala Terminal Giwangan Imanuddin Aziz pernah menyampaikan, prediksi puncak arus balik terjadi pada 26 Agustus 2012. Sementar belum menunjukkan kepadatan. Untuk tarif batas atas bus reguler kenaikannya 30 persen dan batas bawah 20 persen. "Jadi untuk reguler tidak ada yang namanya tuslah," ungkapnya.(ose)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved