Mudik Lebaran
Pemudik Bisa Manfaatkan Pos Kesehatan yang Buka 24 Jam
Pemerintah Kabupaten Magelang mengeluarkan larangan beroperasi bagi kendaraan truk pengangkut pasir
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang mengeluarkan larangan beroperasi bagi kendaraan truk pengangkut pasir di wilayahnya selama momen lebaran tahun ini. Peraturan yang dikeluarkan Sekretariat Daerah kabupaten Magelang itu, terhitung berlaku sejak H-7 hingga H+7 lebaran nanti atau 12-27 Agustus. Hal ini berbeda dengan truk pengangkut barang lainnya yang dilarang beroperasi sejak H-4.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Sigit Santosa mengatakan, pelarangan itu dikaitkan dengan faktor padatnya ruas jalanan selama arus mudik dan arus balik. Volume kendaraan yang melintas jelas meningkat tajam dengan kecepatan yang relatif cepat. Jika truk pasir berada di tengah jalan, dikhawatirkan lalu lintas jadi terganggu dan tersendat karrenanya.
“Truk pasir biasanya bergerak lambat di jalan karena beban angkutannya besar. Daripada mengganggu kelancaran arus lalu lintas, lebih baik tidak usah dioperasikan saja,” ujarnya, kemarin (13/8/2012).
Untuk pengawasan dan pemantauan terhadap arus balik dn mudik, Dishub mendirikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2012 di pertigaan Blondo, kecamatan Mungkid. Sigit mengatakan, posko tersebut melibatkan sekitar 15 orang dari Dishub, Polres Magelang, Kodim, Satpol PP, PMI, organisasi RAPI, SAR dan lainnya yang akan berjaga selama 24 jam. Menurutnya, posko ini menjadi tempat pertama yang akan menangani bila terjadi bencana atau kecelakaan lalulintas.
“Karena sifatnya terpadu, posko ini sebagai tangan pertama yang menangani misal ada kecelakaan, pohon tumbang, atau apapun itu. Karena itu, di sini juga disediakan dua mobil ambulans, radio HT, bahkan juga gergaji mesin. Jika kemudian membutuhkan penanganan khusus, kami langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak atau intansi terkait,” kata Sigit.
Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, di sela meninjau fasilitas-fasilitas kesehatan di Terminal Muntilan, Kabupaten Magelang dan dilanjut ke Posko Terpadu Blondo, Mungkid, kemarin (13/8/2012), mengimbau pada setiap pemudik, baik yang menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi, untuk tetap menjaga kondisi tubuh selama arus mudik dan balik.
Menurutnya, kesehatan pemudik memang rawan terganggu pada masa-masa tersebut karena faktor ketahanan fisik yang berkuirang akibat perjalanan jauh. Kementrian Kesehatan RI dikatakannya juga sudah menyiapkan berbagai langkah antisipatif dalam menjaga keamanan dan kesehatan pemudik.
“Upaya pemeliharaan kesehatan mencakup langkah preventif dan kuratif. Masyarakat yang hendak mudik bisa menjaga kondisinya tetap fit selama perjalana. Kalaupun ada penyakit, bisa periksa diri dulu sebelum mulai perjalanan. Sementara langkah kuratif, pemudik bisa memanfaatkan pos-pos kesehatan yang tersebar di berbagai tempat sepanjang jalur mudik. Khusus di Magelang ini, juga ada Puskesmas Muntilan yang buka 24 jam,” ujarnya.
Dikatakan Tjandra, antar pos dalam satru kabupaten atau wilayah tersebut berkoordinasi secara interconnected. Masing-masing pos akan saling melengkapi dan bersinergi satu sama lain dengan posko terpadu sebagai pos yang mengkoordinir.(ing)