Babak Baru Keraton Solo

Pengangkatan Permaisuri Sah

Selama menjabat sebagai sebagai raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakoe Boewono (PB) XIII Hangabehi

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik  Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO – Selama menjabat sebagai sebagai raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakoe Boewono (PB) XIII Hangabehi belum mengangkat permaisuri. Teka-teki siapa yang ditunjuk sebagai permaisuri akhirnya terjawab saat jumenengan, Jumat (15/7) kemarin. Hangabehi akhirnya menunjuk istri ketiganya saat ini, Asih Winarni, sebagai permaisuri.

Wanita yang sebelumnya bergelar KRAy Adipati Pradapaningsih ini berganti nama menjadi Kanjeng Ratu Pakoe Boewono. Kabar pengkatan ini disampaikan oleh KPH Adipati Sosronagoro, salah seorang kerabat Keraton Surakarta yang sangat dekat dengan Hangabehi. “Pengangkatan permaisuri tadi dilakukan sebelum acara jumenengan,” katanya.

Menurut Sosronagoro, pengangkatan tersebut dilakukan pagi hari sebelum acara puncak peringatan naik tahtanya PB XIII. Pengangkatan dilakukan di dalam Dalem Ageng, disaksikan oleh sejumlah abdi dalem yang kesemuanya adalah perempuan. “Pengangkatan berlangsung tertutup. Abdi dalem dan kerabat laki-laki tak boleh masuk,” katanya lagi.

Sosronagoro mengatakan, pengangkatan permaisuri tersebut sah karena merupakan hak dari PB XIII Hangabehi sebagai raja tanpa harus ada persetujuan siapapun. Termasuk juga pemilihan tempat dilakukannya prosesi pengakatan, yang juga merupakan kewanangan raja. “Memang tadi baru sebatas anggota keluarga yang tahu. Tapi lama lama-kelamaan agar tersiar juga,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved