Ujian Nasional
Siswa UN di RS Akibat Sakit Paru
Seorang siswa SMK Sahid Solo mengerjakan UN di Rs karena sakit
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Sakit tak menghalangi Nova Desca Pribadi, siswa kelas III SMK Sahid Solo. Meski sedang sakit paru-paru dan menginap di rumah sakit, ia tetap bersemangat mengerjakan soal-soal Ujian Nasional (UN) di bangsal tempat menginap.
Senin (16/4/2012) saat pelaksaan UN hari pertama, wajah Nova
masih tampak pucat, bibirnya mengering, dan matanya menyipit. Di tangannya
menusuk jarum untuk mengalirkan tetes demi tetes air dari botol infus yang
menggantung di dekatnya.
Ia hanya bisa berbaring ditempat tidur karena dada akan
terasa sakit jika digunakan untuk sekedar duduk atau berdiri. Remaja jurusan
perhotelan ini harus diisolasi di ruang Yosef kamar nomor 15 Rumah Sakit Brayat
Minulya akibat sakit jantung dan flek paru-paru.
Hingga hari H pelaksanaan UN, ia tetap masih mondok di rumah sakit. Sehingga mau tak mau ia harus melaksanaan ujian itu dibangsal tempat menginap. “Anak saya sudah tiga hari di rawat akibat sakit jantung dan paru,” kata Hersides, ayah Nova.
Sekitar pukul 08.00, dua orang guru pengawas mendatanginya
sambil membawa soal UN. Keluarga Nova yang menemani di kamar pun diminta keluar
agar tak mengganggu konsentrasi saat mengerjakan soal.
Namun untuk mengerjakan soal Nova tak bisa duduk, ia hanya berbaring sambil membolik-balik kertas soal ujian. Untuk melingkari jawaban pada lembar jawab komputer (LKJ) ia pun harus dibantu oleh pertugas pengawas.
Menurut penuturan Hersides, sakit anaknya itu mulai muncul
sekitar sebulan lalu. Awalnya hanya keluhan batuk. Namun setelah beberapa lama,
batuk disertai keluar darah dari mulut. Selama sebulan itu, anaknya harus
keluar masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan.
“Akibatnya, selama sebulan Nova tak pernah belajar karena mengurusi sakitnya. Termasuk saat UN kali ini, dia juga tak belajar seperti biasa,” katanya. (www.tribunjogja.com)