Jamur "Death Cap" Memakan Korban 3 Nyawa
Memakan satu kepala jamur berwarnah putih cokelat kehijauan dengan batang putih itu dapat berakibat fatal.
Tayang:
Editor:
baskoro
SYDNEY, TRIBUN - Tiga orang dilarikan ke rumah sakit di Sydney pada Selasa setelah memakan jamur beracun "Death Cap". Laporan menyebutkan bahwa ketiga orang itu yakin bahwa jamur tersebut adalah jenis yang dapat dimakan yang ditemukan di China, saat mereka memakannya dalam satu pesta di Canberra pada malam tahun baru. Mereka tidak punya prasangka mengenai kandungan racun di dalam tanaman itu.
Rumah Sakit Royal Prince Alfred di Sydney mengkonfirmasi bahwa ketiga orang itu telah dipindahkan dari Canberra. "RPA merawat ketiga orang itu," kata juru bicara rumah sakit.
Semua jamur beracun "Death Cap" memang sulit dibedakan dengan jamur yang dapat dimakan lainnya. Memakan satu kepala jamur berwarnah putih cokelat kehijauan dengan batang putih itu dapat berakibat fatal. "Jamur tersebut tampak sangat mirip dengan jamur yang dikenal sebagai jamur "Paddy Straw" yang biasa ditemukan di Asia Tenggara dan dikenal karena kelezatannya. Masyarakat dapat memakan jamur itu secara teratur sebagai bahan pangan," kata Direktur Bagian Darurat Rumah Sakit Canberra kepada stasiun televisi ABC.
Pejabat itu meyakini hujan musim panas yang turun beberapa hari terakhir menyebabkan tumbuhnya jamur beracun, yang dapat menyebabkan mereka yang makan jamur itu muntah selama beberapa jam dan dapat mengakibatkan kegagalan hati, tumbuh di Canberra sebelum musim normal mereka.
Tanaman jamur tumbuh di Australia sebelah tenggara. "Masyarakat sebaiknya tidak memakan jamur apapun kecuali mereka benar-benar yakin bahwa jamur itu tidak beracun," kata Hall dalam peringatan tertulis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Ibu Kota Canberra.
Hall mengatakan siapapun yang dicurigai telah memakan "Death Cap" atau juga dikenal dengan nama "Amanita phalloides" harus mencari pertolongan segera karena semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar kesempatan pasien dapat bertahan.
Tiga orang telah meninggal di Canberra pada satu dekade terakhir karena keracunan jamur "Death Cap" sedangkan sudah puluhan korban sakit karena jamur tersebut. (*)
Rumah Sakit Royal Prince Alfred di Sydney mengkonfirmasi bahwa ketiga orang itu telah dipindahkan dari Canberra. "RPA merawat ketiga orang itu," kata juru bicara rumah sakit.
Semua jamur beracun "Death Cap" memang sulit dibedakan dengan jamur yang dapat dimakan lainnya. Memakan satu kepala jamur berwarnah putih cokelat kehijauan dengan batang putih itu dapat berakibat fatal. "Jamur tersebut tampak sangat mirip dengan jamur yang dikenal sebagai jamur "Paddy Straw" yang biasa ditemukan di Asia Tenggara dan dikenal karena kelezatannya. Masyarakat dapat memakan jamur itu secara teratur sebagai bahan pangan," kata Direktur Bagian Darurat Rumah Sakit Canberra kepada stasiun televisi ABC.
Pejabat itu meyakini hujan musim panas yang turun beberapa hari terakhir menyebabkan tumbuhnya jamur beracun, yang dapat menyebabkan mereka yang makan jamur itu muntah selama beberapa jam dan dapat mengakibatkan kegagalan hati, tumbuh di Canberra sebelum musim normal mereka.
Tanaman jamur tumbuh di Australia sebelah tenggara. "Masyarakat sebaiknya tidak memakan jamur apapun kecuali mereka benar-benar yakin bahwa jamur itu tidak beracun," kata Hall dalam peringatan tertulis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Ibu Kota Canberra.
Hall mengatakan siapapun yang dicurigai telah memakan "Death Cap" atau juga dikenal dengan nama "Amanita phalloides" harus mencari pertolongan segera karena semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar kesempatan pasien dapat bertahan.
Tiga orang telah meninggal di Canberra pada satu dekade terakhir karena keracunan jamur "Death Cap" sedangkan sudah puluhan korban sakit karena jamur tersebut. (*)