Mie Ayam Pak Sronto, Rasanya Khas Dijamin 'Wareg'
Mie Ayam Pak Slamet Pak Sronto adalah mie ayam yang dibuka di pinggir jalan Letjend Soeprapto Yogyakarta.
Tayang:
Editor:
baskoro
MIE ..Ayam, hmmm!! Mie putih dengan potongan daging ayam yang disajikan di diatas mie, plus kuah yang gurih semakin membuat perut makin lapar. Tidak hanya itu saja, balutan sayur hijau melengkapi sajian yang populer ini.
Mie Ayam Pak Slamet atau orang lebih mengenalnya dengan nama Mie Ayam Pak Sronto adalah mie ayam yang dibuka di pinggir jalan Letjend Soeprapto Yogyakarta. Warung mie ayam yang buka pukul 09.00-21.00 WIB ini tak hanya memiliki pelanggan dari Yogya namun pelanggan dari kota-kota besar di selatan pulau Jawa juga selalu berburu untuk menikmati kelezatan mie ayam buatan Slamet Hadi Prayitno ini. Wonosobo, Sleman, Bantul, Tasikmalaya, daerah kota selatan Jawa adalah para pelanggannya dari luar kota. "Kebanyakan orang kuliahan dan keluarganya kan sulit cari tempat makan tapi entah kenapa mereka langsung kemari, 2 sampai 3 rombongan mobil ada" ijar pria berkumis tebal ini
Pria asal Wonogiri ini pertama kali membuka mie ayam ini pada tahun 1992. Sebelumnya pria kelahiran 2 Juli 1955 ini merupakan suplier sayur-sayuran seluruh kota Yogya, mulai dari warung-warung makan, catering, restoran, sampai mall. Ia sempat mengalami pasang surut dalam perdagangan, karena krisis yang pernah dialami lelaki yang kerap dipanggil Pak Slamet ini.
Dulu warung kecilnya hanya dikunjungi oleh tak lebih dari 60 orang perhari dan mie ayam yang dijual pertama harganya Rp 300. Lain dulu lain sekarang, pria yang punya moto "hidup sehat bahagia" ini dulu pernah menjual 60-an porsi namun sekarang warung mienya bisa menjual 200 porsi dengan 90-an porsi perhar. "Ya kalau mau sukses ya harus berjuang keras, tidak ada sukses tanpa kerja kera dan harus mensyukuri apa yang sudah didapat," tutur pria rendah hati yang punya hobi nonton sepakbola ini.
Menu utama di warung berwarna hijau biru ini adalah mie ayam yang dibagi dua menu mie ayam bakso mie ayam pangsit, ditambah dengan menu tambahan yang tidak kalah menggugah selera. Warung mie ayam yang pernah masuk acara kuliner kecap bangau satu bulan penuh di Indosiar ini, memiliki berbagai macam menu makanan antara lain, Mie Komplit yang terdiri mie, bakso dan pangsit. Bakso dan soto daging sapi melengkapi sajian makanan di sini.
Jika kurang puas, makanan pengigit lidah nan pedas oseng-oseng mercon siap membuat mulut para penikmat panas. Semuanya disajikan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 6.000-Rp 10.000. Es teh dan es jeruk turut melengkapi menjadi sarana pemuas dahaga.
Suami Purdwiyati ini sebenarnya sejak kecil bercita-cita menjadi tentara, namun ternyata dia mempunyai bakat di bidang kuliner. Skill bapak Purwanto Slamet dan Lia Christiani ini semakin terasah dalam membuat mie ayam putih yang digemari anak-anak muda sampai orang tua ini.
"Kalau bersaing secara sehat wajar, kalau disaingi saya gak pernah merasa bersaing kok dalam mendapatkan pelanggan, itu biar pelanggan yang menilai" kata kakek Althea ini. "Sesuai prinsip saya saja karena di sini saya jual jasa, yang penting makan enak, mantap dan puas saya sudah seneng," tegas ayah Vivian Eni ini.
Sedikitnya 3 kilo daging disediakan oleh Pak Slamet untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya. Hasil omzet kotor yang didapatkan lulusan SMP Yayasan Pancasila tahun 1972 ini sekitar Rp 1juta-1,5 juta perhari kecuali hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai Rp 2 juta.
Andi Ringgo, salah satu langganan tetap Mie Ayam Sronto ini mengatakan mie ayam ini punya rasa yang khas. "Ya karena saya sudah kerap kali kesini, rasa mie ayamnya oke punya. Sebagai penikmat rasa kalau sering kembali ke warung ini ya berarti mie ayam ini enak" kata wiraswasta berumur 42 tahun tersebut.
Lain Andi lain Nia, seorang mahasiswa yang sering makan di warung ini. "Gimana ya, rasanya enak, soalnya mienya banyak, harganya murah sesuai dompet mahasiswa dan sambalnya nyosss..." ujar mahasiswi ilmu komunikasi tersebut. Selain nyosss, makan di warung ini dijamin wareg. (Xaverius Rio)
Mie Ayam Pak Slamet atau orang lebih mengenalnya dengan nama Mie Ayam Pak Sronto adalah mie ayam yang dibuka di pinggir jalan Letjend Soeprapto Yogyakarta. Warung mie ayam yang buka pukul 09.00-21.00 WIB ini tak hanya memiliki pelanggan dari Yogya namun pelanggan dari kota-kota besar di selatan pulau Jawa juga selalu berburu untuk menikmati kelezatan mie ayam buatan Slamet Hadi Prayitno ini. Wonosobo, Sleman, Bantul, Tasikmalaya, daerah kota selatan Jawa adalah para pelanggannya dari luar kota. "Kebanyakan orang kuliahan dan keluarganya kan sulit cari tempat makan tapi entah kenapa mereka langsung kemari, 2 sampai 3 rombongan mobil ada" ijar pria berkumis tebal ini
Pria asal Wonogiri ini pertama kali membuka mie ayam ini pada tahun 1992. Sebelumnya pria kelahiran 2 Juli 1955 ini merupakan suplier sayur-sayuran seluruh kota Yogya, mulai dari warung-warung makan, catering, restoran, sampai mall. Ia sempat mengalami pasang surut dalam perdagangan, karena krisis yang pernah dialami lelaki yang kerap dipanggil Pak Slamet ini.
Dulu warung kecilnya hanya dikunjungi oleh tak lebih dari 60 orang perhari dan mie ayam yang dijual pertama harganya Rp 300. Lain dulu lain sekarang, pria yang punya moto "hidup sehat bahagia" ini dulu pernah menjual 60-an porsi namun sekarang warung mienya bisa menjual 200 porsi dengan 90-an porsi perhar. "Ya kalau mau sukses ya harus berjuang keras, tidak ada sukses tanpa kerja kera dan harus mensyukuri apa yang sudah didapat," tutur pria rendah hati yang punya hobi nonton sepakbola ini.
Menu utama di warung berwarna hijau biru ini adalah mie ayam yang dibagi dua menu mie ayam bakso mie ayam pangsit, ditambah dengan menu tambahan yang tidak kalah menggugah selera. Warung mie ayam yang pernah masuk acara kuliner kecap bangau satu bulan penuh di Indosiar ini, memiliki berbagai macam menu makanan antara lain, Mie Komplit yang terdiri mie, bakso dan pangsit. Bakso dan soto daging sapi melengkapi sajian makanan di sini.
Jika kurang puas, makanan pengigit lidah nan pedas oseng-oseng mercon siap membuat mulut para penikmat panas. Semuanya disajikan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 6.000-Rp 10.000. Es teh dan es jeruk turut melengkapi menjadi sarana pemuas dahaga.
Suami Purdwiyati ini sebenarnya sejak kecil bercita-cita menjadi tentara, namun ternyata dia mempunyai bakat di bidang kuliner. Skill bapak Purwanto Slamet dan Lia Christiani ini semakin terasah dalam membuat mie ayam putih yang digemari anak-anak muda sampai orang tua ini.
"Kalau bersaing secara sehat wajar, kalau disaingi saya gak pernah merasa bersaing kok dalam mendapatkan pelanggan, itu biar pelanggan yang menilai" kata kakek Althea ini. "Sesuai prinsip saya saja karena di sini saya jual jasa, yang penting makan enak, mantap dan puas saya sudah seneng," tegas ayah Vivian Eni ini.
Sedikitnya 3 kilo daging disediakan oleh Pak Slamet untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya. Hasil omzet kotor yang didapatkan lulusan SMP Yayasan Pancasila tahun 1972 ini sekitar Rp 1juta-1,5 juta perhari kecuali hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai Rp 2 juta.
Andi Ringgo, salah satu langganan tetap Mie Ayam Sronto ini mengatakan mie ayam ini punya rasa yang khas. "Ya karena saya sudah kerap kali kesini, rasa mie ayamnya oke punya. Sebagai penikmat rasa kalau sering kembali ke warung ini ya berarti mie ayam ini enak" kata wiraswasta berumur 42 tahun tersebut.
Lain Andi lain Nia, seorang mahasiswa yang sering makan di warung ini. "Gimana ya, rasanya enak, soalnya mienya banyak, harganya murah sesuai dompet mahasiswa dan sambalnya nyosss..." ujar mahasiswi ilmu komunikasi tersebut. Selain nyosss, makan di warung ini dijamin wareg. (Xaverius Rio)