Pendidikan

Disdikpora DIY Lepas 8 Armada Pengangkut Naskah Soal USBN Tingkat SD/MI

Pelaksanaan USBN akan berlangsung pada 22 - 24 Maret 2019 yang diikuti sebanyak 52.141 siswa dari 2049 SD/MI se-DIY.

Disdikpora DIY Lepas 8 Armada Pengangkut Naskah Soal USBN Tingkat SD/MI
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji saat melepas armada yang mengangkut naskah soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SD pada Sabtu (20/4/2019) di halaman Disdikpora DIY.. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji melepas delapan armada yang mengangkut naskah soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SD pada Sabtu (20/4/2019) di halaman Disdikpora DIY.

Pelaksanaan USBN akan berlangsung pada 22 - 24 Maret 2019 yang diikuti sebanyak 52.141 siswa dari 2049 SD/MI se-DIY.

Baskara mengatakan, soal-soal USBN ini akan didistribusikan terlebih dahulu ke 68 koordinator wilayah kecamatan.

5 Tempat Wisata Alam di Kulonprogo, Mulai dari Kalibiru Hingga Kebun Teh Nglinggo

"Mulai hari ini sampai berakhir ujian, (soal) akan ngepos di pokja, sementara sekolah mengambilnya pagi hari sebelum pelaksanaan ujian," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Lanjutnya, hal ini guna menjaga integritas dan menjaga keamanan soal agar memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa hasil ujian terjaga integritasnya.

"Karena dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hasil USBN tetap akan dipergunakan untuk seleksi, walaupun kita masih menggunakan zonasi tetapi kalau kemudian satu zonasi jumlah peserta didik lebih, tentu seleksi menggunakan nilai," jelasnya.

Untuk soal USBN, Baskara menjelaskan, sebanyak 75 persennya dipersiapkan oleh daerah, sementara 25 persen disiapkan oleh pusat.

Nilai Tidak Lagi Dipakai Sebagai Dasar Seleksi PPDB

Para pembuat soal terbaik yang ada di kabupaten dan kota pun juga telah diberikan pelatihan maupun karantina.

"Kemudian kita susun soal lalu petugas mereview. Kita kerahkan dari dari perguruan tinggi supaya soal memenuhi kriteria ketentuan pembuatan soal, ada yang punya bobot berat sedang ringan. Kita arahkan soal-soal yang memerlukan analisis HOTS (Higher Order of Thinking Skill)," kata dia.

Pelaksanaan USBN tingkat SD/MI ini kata dia, sepenuhnya masih menggunakan kertas dan tidak ada yang menggunakan komputer.

"Kalau untuk SD, 100 persen mungkin belum bisa (menggunakan komputer), tapi kita akan coba berembug dengan kabupaten dan kota karena SD kewenangan di kabupaten dan kota. Seperti ketersediaan komputer dan kesiapan anak anak seperti apa," terangnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved