Yogyakarta

Jadi Wilayah Rentan Konflik, Dialog Antar Agama Akan Digelar di Sleman

Jadi Wilayah Rentan Konflik, Dialog Antar Agama Akan Digelar di Sleman

Jadi Wilayah Rentan Konflik, Dialog Antar Agama Akan Digelar di Sleman
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Forum Persaudaraan Umat Beriman Yogyakarta (FPUB) melaksanakan laku budaya Lampah Ratri Topo Bisu, di Tugu Pal Putih, Selasa (19/5/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) DIY akan menggelar dialog kebangsaan di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (22/2/2019) mendatang.

Pemilihan Sleman sebagai tempat untuk dialog lintas iman karena selama ini wilayah tersebut dinilai paling rentan dalam persoalan konflik antar umat beragama.

Sekretaris Jendral (Sekjend) FPUB, Timotius Aprianto menjelaskan, dalam kontestasi politik di Indonesia, rawan konflik ini juga terjadi di DIY. Beberapa kali ada persoalan konflik yang dilatarbelakangi perbedaan pendapat di tahun politik.

“Kita ketahui Yogyakarta ini dipetakan menjadi kota paling rentan kedua di tahun politik. Dan Sleman menjadi kota paling rentan di DIY untuk konflik tahun politik. Adanya dialog lintas iman ini harapannya bisa menumbuhkan persaudaraan sejati dalam konteks kemanusiaan,” ujarnya di Kepatihan, Selasa (19/2/2019).

Baca: BPBD DIY Minta Warga Waspadai Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi

Timotius menjelaskan, dalam menghadapi Pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun ini, FPUB akan melaksanakan dialog agar masyarakat tidak terpecah belah dengan isu primordial. Apalagi terpecah karena perbedaan calon presiden, pendapat, bahkan menjurus pada SARA.

Dari dialog yang akan diselenggarakan sekaligus sebagai rangkaian peringatan HUT FPUB ke 22, pihaknya akan menggaungkan persaudaraan sejati dan merekatkan kohesifitas sosial yang selama ini membuat masyarakat terpecah.

“Harapannya muncul semangat bersaudara dan diteguhkan dengan komitmen tersebut,” paparnya.

Baca: Hadapi Perkembangan Kota, Wates Perlu Pembenahan Drainase

Dalam dialog tersebut, Wagub DIY, Sri Paduka Paku Alam X pun diminta untuk menjadi keynote speaker dengan tema Meneguhkan Persaudaraan Sejati dalam Keadaban Kemanusiaan Indonesia. Dalam upaya penanggulangan dan pencegahan konflik, FPUB pun akan melakukan pendekatandengan cara berpikir positif.

“Kami melaksanakan upaya-upaya agar masyarakat kembali dalam cara berpikir positif. Menghindari statemen negatif dengan melakukan pendekatan lunak dan menimbulkan energi positif, sugesti positif tidak berpikir tentang perbedaan. Semua bisa mensyukuri  perbedaan apapun parpol, capres, dan pilihannya,” urainya.

Adapun gerakan lintas iman dan kebangsaan ini bergerak dalam persaudaraan lintas iman. Sejak awal berdiri tanggal 27 Februari 1997, FPUB berupaya untuk mencegah konflik antar agama. Apalagi pada saat itu ada pergolakan politik orba ke reformasi. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved