Bantul

PMT PAUD Harus Berbahan Kacang Hijau

Khusus untuk PMT TK telah diatur bahan makanan terbuat dari bahan tradisional seperti ketela, jagung, pisang, atau dari produk lokal setempat.

PMT PAUD Harus Berbahan Kacang Hijau
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Masyarakat dan Desa Dinas Sosial P3A, Ery Murniasih memberikan bimbingan teknis PMT bagi lembaga-lembaga terkait, Jumat (15/2/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi siswa PAUD di Kabupaten Bantul sejak 2013 lalu masih terus berlangsung hingga tahun ini.

Pemkab Bantul menganggarkan Rp 4,5 miliar dari APBD untuk PMT di 2019 ini.

Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Masyarakat dan Desa Dinas Sosial P3A, Ery Murniasih mengatakan, ada tiga jenis lembaga di Kabupaten Bantul yang menerima bantuan PMT ini.

Lembaga tersebut yakni PAUD formal untuk TK dan RA (roudhotul athfal), PAUD non formal (KB/SPS/TPA) untuk pra-TK, dan posyandu balita.

"Tahun ini untuk PAUD mendapatkan indeks Rp 1.400 per anak per pemberian untuk bahan makanan. Itu diberikan sebanyak 28 kali," jelas Ery usai bimtek dan penyerahan PMT di Gedung Pertemuan Kompleks Pemda 2, Manding, Jumat (15/2/2019) siang.

Baca: Stikip Catur Sakti Tingkatkan Kualitas Guru PAUD di Bantul

Sedangkan untuk TK, mendapat indeks Rp 1.700 per anak per pemberian.

Kata Ery, jumlah yang diberikan pada masing-masing lembaga berbeda-beda tergantung jumlah siswanya.

PAUD non formal di Kabupaten Bantul tercatat sebanyak 711 lembaga. Kemudian posyandu balita sebanyak 1141 lembaga, dan TK 534 lembaga.

Menurut Ery, untuk PAUD non formal, setiap tahunnya dapat bertambah dan berkurang jumlahnya terkait dengan proposal PMT yang diajukan.

"Tahun ini ada sekitar 10 lembaga baru yang memasukkan proposal. Ada juga 3-4 lembaga yang tutup," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved