Yogyakarta

BPBD DIY Catat 3 Kejadian Longsor di Yogyakarta

Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai berbagai kejadian karena potensi hujan deras tetap terjadi.

BPBD DIY Catat 3 Kejadian Longsor di Yogyakarta
Dokumentasi BPBD Gunungkidul
Kondisi lokasi longsor di Dusun buyutan, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Rabu (23/1/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mendata tiga kejadian longsor dalam kurun Kamis (31/1/2019) hingga (4/2/2019) kemarin.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai berbagai kejadian karena potensi hujan deras tetap terjadi.

Dari data Pusdalops BPBD DIY, beberapa kejadian longsor ini diantaranya adalah jalan ambles tergerus air yang terjadi pada Kamis (31/1/2019) di Sungapan 1 RT 48 RW 20, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Tanah longsor juga terjadi pada Kamis (31/1/2019) pukul 04.30 WIB di Pelampang 3 RT 77 RW 24, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Baca: Mie Setan dan Iblis Hidangan Mie Super Pedas di Yogyakarta

Kemudian, talud longsor di komplek TWC Prambanan, Sleman pada Senin (4/2/2019) pukul 17.30 WIB.

“Tidak ada korban jiwa dalam  kejadian tersebut,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana pada Tribunjogja.com, Selasa (5/2/2019).

BMKG juga merilis peringatan dini untuk waspada terhadap potensi hujan sedang - lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang – sore hari di Sleman utara, Kulon Progo utara, dan Gunungkidul utara.

Adapun rekomendasi untuk prakiraan cuaca ini diantaranya adalah meminta masyarakat untuk memangkas dahan pohon yang rimbun/ peremajaan pohon tua berakar dangkal dan memastikan saluran pembuang air lancar serta tidak membuang sampah di sungai/saluran air.

Baca: Waspada, BMKG Prediksi Hujan Deras Terjadi di Yogyakarta hingga 7 Februari 2019

“Selain itu, waspada potensi hujan sedang - lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang,” jelasnya.

Untuk kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Untuk radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk dan penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved