20 Karya Sulam Tangan Ramaikan Pameran Bertajuk 'Disulam Semene Wae'

Sebanyak Dua Puluh Karya Sulam Tangan Ramaikan Pameran Bertajuk 'Disulam Semene Wae'

20 Karya Sulam Tangan Ramaikan Pameran Bertajuk 'Disulam Semene Wae'
Istimewa
Sebanyak 20 karya sulaman tangan ditampilkan dalam pameran ke-12 Seven Needles bertajuk 'Disulam Semene Wae' di Museum Pendidikan, UNY. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRUBUNJOGJA.COM - Sebanyak 20 karya sulaman tangan ditampilkan dalam pameran ke-12 Seven Needles bertajuk 'Disulam Semene Wae' di Museum Pendidikan, UNY.

Semene Wae dalam bahasa Jawa berarti sekian saja atau segini saja yang menyatakan ukuran cukupan secara general.

Ketua Kelompok Seven Needles, Kristi Harjoseputro mengatakan, beranjak dari ide tersebut pihaknya hendak mengekspresikan seni yang juga dipresentasikan dalam konteks jaman dan waktu.

"Sehinggga muncul apresiasi kami dalam bentuk sulam, sesuai keahlian kami, yang polanya diinspirasi dari pola klasik batik khususnya pola golongan semen," ujarnya pada Senin (14/1/2019).

Baca: Mendekati Perayaan Imlek, Harga Lobster dan Bawal Putih di Bantul Naik

Lanjutnya, pameran ini merupakan lintas teknologi baik dalam pekerjaan batik, celup maupun sulam tangan.

Ketiga unsur dalam ranah seni tersebut berkolaborasi menjadi satu karya baru yang indah tanpa melepaskan unsur-unsur baku dalam pengerjaannya.

"Kami juga memberikan ide baru dalam berkarya, khususnya dalam karya sulam tangan yang saat ini sudah banyak digemari baik dari kalangan orang-orang muda usia maupun lanjut usia," lanjutnya.

Sesuai dengan misi dan visi sejak diselenggarakan pameran perdananya pada 2009 silam yang konsisten dengan tujuan dari dibentuknya kelompok sulam tangan Seven Needles ini.

"Harapan kami semoga sulam tangan akan lebih banyak lagi peminatnya khususnya di Kota Yogyakarta," kata dia.(tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved