Aktifitas Gunung Merapi

Guguran Merapi Sabtu Malam Sebabkan Hujan Abu di Selo dan Dukun

Guguran Merapi Sabtu Malam Sebabkan Hujan Abu di Selo Boyolali dan Dukun Magelang

Guguran Merapi Sabtu Malam Sebabkan Hujan Abu di Selo dan Dukun
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Kubah lava Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM – Gunung Merapi (2.930 mdpl) terus menunjukkan aktivitasnya hingga Minggu (13/1/2019). Pembentukan kubah lava kini mencapai volume 439.000 meter kubik per 12 Januari 2019.

Demikian laporan hasil pengamatan dan analisis Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Bencana Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Minggu (13/1/2019).  Laju pertumbuhan lava rata-rata 3.400 meter kubik/hari.

Baca: Prostitusi di Hotel Bintang Marak, Polda Tangkap Mucikari Berstatus Mahasiswa

Angka ini masih tergolong rendah karena di bawah 20.000 meter kubik/hari. Data pantauan menggunakan instrument sepanjang Sabtu pagi hingga malam, terjadi 9 kali guguran, dominan mengarah ke hulu Kali Gendol.

Guguran pada pukul 21.13 dan 21.16 dilaporkan menyebabkan jatuhan abu tipis di Stabelan, Dusun Tlogolele, Kecamatan, Selo, Boyolali dan Dusun Babadan, Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Baca: Tiga CCTV Tambahan Dipasang BPBD Jateng untuk Pantau Gunung Merapi

Baca: Proyek Underpass Kentungan Yogyakarta Dimulai, Berikut Jalur Alternatif yang Bisa Dilalui

Tentang guguran dan luncuran lava pijar pada 12 Januari, jarak terjauh mencapai 1,7 kilometer. Guguran dan luncuran lava pijar ini terjadi pukul 01.45 atau Sabtu dini hari. Status aktivitas Merapi tetap di Level II (Waspada).

Jarak yang direkomendasikan steril ada di radius 3 (tiga) kilometer dari puncak.Kepala BPPTKG Yogyakarta, Nanik Humaida, meminta semua warga di daerah bahaya lereng Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Penduduk yang tinggal di kiri kanan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, juga diminta meningkatan kewaspadaan, terkait bahaya sekunder banjir lahar hujan. Mereka diminta memperhatikan informasi dari badan dan lembaga yang berwenang.

Baca: Masuk Puncak Musim Penghujan, BPBD Sleman Mulai Siapkan Logistik untuk Antisipasi Bencana Alam

Baca: Pengelolaan Sampah di Sleman Belum Maksimal

Untuk kondisi kubah lava Merapi yang terbentuk sejak pertengahan Agustus 2018, Nanik Humaida menyatakan sampai saat ini masih dalam kondisi stabil. Dalam beberapa malam terakhir, cuaca di puncak cukup cerah.

Luncuran lava pijar bisa disaksikan dengan mata telanjang, atau diabadikan lewat video dan foto-foto dari sisi selatan dan tenggara gunung. Spot cukup ideal untuk memantau atau menyaksikan fenomena vulkanis ini dari Bukit Klangon, Kalitengah Lor, Sleman dan Balerante, Kemalang, Klaten.

Baca: Horee! Harga Tiket Pesawat Jakarta-Yogya Turun hingga 60 Persen

Bisa juga diamati dari Deles di sebelah timur Balerante, atau di seberang kawasan hulu Kali Woro, Kemalang, Klaten. Namun cuaca bisa berubah sangat cepat, sehingga terkadang menyulitkan pantauan visual.

Laporan cuaca untuk sore ini, di kawasan lereng hingga puncak terlihat cerah setelah hujan mengguyur. Citra radar pukul 16.00, hujan ringan sedang terjadi merata di Sleman, Kota, Bantul Kulonprogo, dan Gunungkidul.(tribunjogja.com)

Penulis: xna
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved