Kriminal

Satwa Langka dan Dilindungi Hasil Sitaan Polisi Akan Dilepaskan

Kepolisian Bantul menangkap S warga Jepara karena melakukan perdagangan satwa langka dan dilindungi di wilayah Bantul.

Satwa Langka dan Dilindungi Hasil Sitaan Polisi Akan Dilepaskan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Sejumlah satwa langka dilindungi yang diamankan polisi dari pelaku S. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepolisian Bantul menangkap S warga Jepara karena melakukan perdagangan satwa langka dan dilindungi di wilayah Bantul.

Dari penangkapan itu polisi menyita sedikitnya belasan satwa yang diduga siap dijual.

Antara lain dua ekor kanguru tanah, satu burung Merak Hijau, empat burung Cendrawasih, dua burung Kasuari (masih anakan), empat ekor burung Mambruk, dan enam ekor tupai tiga warna.

Sejumlah satwa itu oleh pihak kepolisian kemudian diserahkan kepada pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta untuk kemudian akan dilepaskan ke alam.

Baca: Jual Satwa Langka dan Dilindungi, Pria Asal Jepara Diciduk Polisi

"Kita sudah berkomunikasi dengan lembaga konservasi seperti Gembira Loka dan YKAY (Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta). Kita titipkan sementara disana dan selanjutnya akan kita lepas liarkan ke habitat aslinya," ujar Pengendali Ekosistem Hutan, BKSDA Yogyakarta,Wajudi, saat ditemui di Mapolres Bantul, Jumat (11/1/2019)

Menurut Wajudi, sejumlah satwa yang diamankan oleh pihak kepolisian seperti Cendrawasih, Kanguru, Mambruk, Kasuari dan Merak merupakan satwa langka dan dilindungi.

Karena sebarannya terbatas, terancam punah dan adanya pengambilan dari alam untuk perdagangan.

Sehingga satwa-satwa tersebut harus dilepaskan demi menjaga kelestariannya di alam.

Pengendali Ekosistem Hutan, BKSDA Yogyakarta, Wajudi
Pengendali Ekosistem Hutan, BKSDA Yogyakarta, Wajudi (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

"Seperti Mambruk dan Cendrawasih akan kita lepaskan ke Papua," ucapnya.

Baca: DLH Gunungkidul Himbau Desa untuk Buat Larangan Berburu Satwa

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved